Sunday, August 28, 2016

ADIK IPAR DAN AKU


Adegan dalam video ini sungguh amat sangat membuatku shock, mulutku terbuka melongo. Saya merasa seperti orang dungu yg ditendang cocok diselangkangan. Apa yg terpampang dalam monitor Televisi yaitu rekaman isteriku bersama suami adik iparku. & mereka tengah bersetubuh. Saya tidak bias mempercayainya! Tak cuma bukti bahwa isteriku yg menghianatiku, tetapi pun ia melakukannya bersama Bob, suami dari adiknya sendiri!

Jenny, adik iparku berdiri di sebelahku mengamati reaksiku dapat rekaman video tersebut. Kelihatan terang ia terluka & geram. Beliau menemukan rekaman video ini dalam laci yg tersembuni di meja kerja suaminya cuma sekian banyak jam yg dulu. Adegan di Televisi tetap berlangsung, saya berlangsung menuju pantr di lokasi sebelah & menuangkan minuman ke dalam dua buah gelas. Jenny menerimanya tidak dengan sepatah katapun. Kami berdua menyambung menonton rekaman video tersebut dalam diam.

Terlihat terang betapa business Bob dalam mengolah wujud tubuhnya, namun saya merasa gemar lantaran betapapun hasil latihannya sudah menciptakan otot tubuhnya jadi agung & kekar tetapi itu tidak menciptakan batang penisnya menjadi lebih akbar. Setidaknya saya masihlah lebih hebat dibagian itu. Pasti saja, Sherly nampak menikmati apa yg didapatkan dari Bob tidak hanya kepada ukuran kejantanannya, saya pass mengenal Sherly bakal perihal ini.

Isteriku memiliki wujud badan yg atletis. Dirinya teratur berangkat ke gym & senantiasa berikhtiar mengajakku ke area itu pula, namun saya tidak sempat punyai minat bersama hal-hal semacam itu. Disaat menyaksikan adegan video tersebut, saya melamun apa kemungkinan faktor tersebut dapat mambawa perbedaan…

Jenny melangkah bertolak buat membawa minuman, kupandangi dirinya, Jenny berusia 10 th lebih belia dari isteriku & mempunyai wujud badan yg lebih montok di bandingkan kakaknya. Payudaranya pun lebih agung. Saya menonton perkembangan kedewasaan tubuhnya sampai jadi satu orang perempuan bujang yg kece dalam sekian banyak thn belakangan.

Ia & Bob menikah dua thn yg dulu. Sherly & saya menikah jauh diawal mulanya & sekarang ini telah mempunyai 3 orang anak. Kami dapat serta-merta merayakan ulang th pernikahan kami yg ke duapuluh.

“Kamu tahu telah berapa lama ini berjalan?” tanyaku demikian video tersebut mogok. Sherly menggelengkan kepala.

“Mungkin telah setahun lebih!” sambungnya ketus. Saya gelengkan kepala.

“Tidak, ini berlangsung baru-baru ini. Kelakuan Sherly beralih aneh sejak kurang lebih bln dulu & waktu ini saya baru mengerti sebabnya,” jawabku.

“Kakak kandungku sendiri!” kata Jenny dgn beram. Saya mengangkat bahu. Saya memang lah tidak sanggup berbicara apapun buat menciptakan fakta ini jadi tambah baik.

“Apa yg bakal kita melaksanakan?” tanyanya, nampak terang suara kemarahan dalam suaranya.

“Aku belum tahu,” ku hela nafas. Saya tetap amat terguncang buat bakal berpikir jernih.

“Abang belum tahu?” tanyanya tidak yakin. Saya cuma mengangkat bahu kembali.

“Kakakmu & anak-anak sedang mogok minggu di hunian pantai & kakek nenek mereka serta ikut di sana. Saya rasa saya perlu disaat 24 jam utk menciptakan ketentuan drastis.”

“Well, saya telah tahu apa yg dapat kulakukan!” potong Jenny. Kupegang ke-2 bahunya bersama tanganku utk meredakannya.

“Bukankah Bob sedang di luar kota waktu ini ini?”


“Ya,” jawabnya, tetapi serta-merta menyambung dgn suara beram sebelum saya dapat menyambung, “Mungkin sekarang ini ini dirinya sedang meniduri wanit lain lagi!”

“Aku rasa tak,” jawabku sambil menggelengkan kepala.

“Apa?”

“Dengar, saya pass mengenal Bob dgn baik & ia bukan type lelaki yg senang main-main wanita,” kataku, walau sadar betapa menggelikannya penjelasanku ini.

“Kamu tentu bergurau,” tukas Jenny. Saya cuma mengangkat bahu.

“Aku tak tahu apa yg berjalan, namun saya tidak yakin seandainya Sherly & Bob sengaja laksanakan ini.”

“Itu kan telah kelihatan terang di video itu!” teriak Jenny.

“Apa ada kelakuan Bob yg aneh akhir-akhir ini? Saya tahu seandainya waktu ini Sherly sedang mengalami puber ke-2. Ia baru saja memasuki usianya yg ke tiga puluh sembilan & perasaan dapat berusia empat puluh di thn depan amat membuatnya resah.”

“Itu bukan argumen!”

“Aku tak bilang ini satu buah alas an, namun saya rasa itu bukan bidang dari penyebabnya,” jawabku. Jenny menatapku & menggelengkan kepala, tetapi seterusnya beliau menarik nafas & terlihat agak sedikit mereda emosinya.

“Sudah satu thn kami coba buat mendapati satu orang bayi, namun belum pun beruntung. Saya tahu itu amat sangat mengganggu Bob,” tuturnya sambil menggosok ke-2 lengannya, namun setelah itu ketenangannya sirna & matanya berkilat beram, “Itu pula amat menggangguku, tetapi saya tak lari & tidur dgn salah satu saudaranya!”

“Kamu benar,” jawabku, mencoba menenangkannya. “Tapi saya masihlah merasa seandainya kita perlu ketika sekian banyak hri utk berfikir sebelum menciptakan ketentuan agung.”

“Baiklah! Bisa Saja abang benar, namun saya merasa itu tidak ingin meringankan,” tukasnya, Rasa sakit & marahnya terlampaui gede buat ditahannya.

“Besok tengah malam anda kembali saja kemari & kita bicarakan lagi,” tawarku. “Sebelum itu kita berdua miliki ketika utk menenangkan diri.”

Jenny tampak tak puas, tetapi beliau mengangguk setuju. Dirinya mengeluarkan video tersebut dari dalam player & bertolak tidak dengan mengucapkan sepatah kata lagi. Saya mengharapkan beliau tak laksanakan sebuah perbuatan yg bodoh hingga dirinya merasa kalem.

Kuputuskan buat mandi, saya merasa kumuh. Saya bertolak ke kamar mandi, menyetel suhu air panas & menyaksikan pantulan bayanganku di dalam cermin. Kamar mandi ini sejak mulai terisi uap panas dikala kutatap mataku. Ini dapat menjadi suatu tengah malam yg panjang & saya merasa ragu akankah bertolak kerja besok pagi.

***

Jenny dating ke rumahku tengah malam berikutnya. Beliau tampak lebih kurang tidur di bandingkan saya, namun setidaknya beliau tampak jauh lebih kalem di bandingkan tempo hari.

“Jadi, apa ketetapan abang?” tanyanya serentak tidak dengan basa-basi. Saya mengangkat bahu.

“Apa ini tak menciptakan abang geram?” tanyanya gusar.

“Tentu saja ini membuatku beram, namun saya konsisten tidak mampu pindai apa yg telah terlanjur berlangsung.” Kenyataannya ialah saya lebih merasa sakit sebab dikhianati dari kepada kelakuan mereka.

“Astaga, saya memang lah heran dgn abang? Saya bakal minta cerai terhadap Bob! Abang pula semestinya menceraikan Sherly!” kata Jenny. Saya gelengkan kepala, saya telah punyai ketentuan sendiri.

“Itu tidak dapat berjalan. Kakakmu Sherly & saya punyai tiga orang anak. Kami telah berumah tangga hamper dua puluh thn,” kutarik nafas, dulu menambahkan, “Aku teramat mencintai kakakmu, & perbuatannya dgn Bob tak mau bisa menghapus cinta itu demikian saja. Saya merasa sakit & saya dapat mencari tahu mengapa dirinya merasa mesti mengkhianatiku, namun saya tidak dapat menceraikan dirinya.” Jenny menatapku tajam.

“Abang dapat memaafkannya,” tanyanya tidak yakin. Saya mengangguk. Jenny menggelengkan kepalanya, air matanya sejak mulai ke luar. Saya merengkuhnya ke dalam pelukanku & dirinya mulai sejak terisak. Ini terjadi utk sekian banyak waktu lamanya sampai hasilnya beliau akan mengendalikan diri.

“Aku rasa saya tidak dapat mampu memaafkan Bob,” hasilnya dirinya berbicara.

“Jenny, apa anda memang mau berpisah bersama Bob?” tanyaku. Sejenak ia ragu sebelum hasilnya menggelengkan kepala.

“Tapi saya tidak sanggup membiarkan demikian saja perbuatannya,” jawabnya lirih.

“Ayo kita ambil minum dahulu,” tawarku. Beliau mengangguk setuju.


Gelas yg mula-mula terasa cuma buat membasahi tenggorokan saja. Gelas yg ke dua baru terasa pengaruhnya. Saya bilang mau bertolak ke kamar mandi sebentar waktu jenny menuangk minuman kepada gelas ketiganya. Dikala saya ke luar dari kamar mandi saya mendapatkan beliau menonton rekaman video tersebut lagi. Saya menghela nafas, menghampirinya utk mematikan Televisi.

“Kamu tahu kan, ini tidak bakal meringankan,” kataku. Di menghela nafas. Kami meminum gelas ke3 dalam diam. Kali ini giliran Jenny yg berangkat ke kamar mandi ketika saya menuang gelas yg keempat. Saya masihlah belum merasa mabuk, namun rasa sakit di hati sedikit terasa hilang.

Jenny ke luar dari kamar mandi & terjadi ke arahku. Cepat saja saya menyadari ada sesuatu yg beralih. Mula-mula, Jenny tampak telah membawa suatu ketentuan. Yg ke-2, tidak bisa jadi rasanya bila tidak menonton seandainya sekian banyak kancing bajunya yg atas terbuka & dirinya tidak lagi menggunakan bra. Saya bisa menyaksikan terang putting payudaranya dari balik blouse-nya.

“Jenny, apa yg anda melakukan?” tanyaku bingung.

“Aku dapat melaksanakan sesuatu yg mungkin saja sanggup mempertahankan pernikahanku sesudah pengkhianatan Bob. Saya dapat meniduri abang,” jawabnya. Saya baru saja bakal memprotesnya, namun ia telah serentak melumat bibirku. Di Samping itu, jikalau ingin jujur, walau saya memutuskan utk memaafkan Sherly, saya serta sama terlukanya bersama Jenny. Meniduri Jenny, benar atau salah, kemungkinan bakal membantu. Saya merasa sangsi apabila ini bakal dapat menyakiti mereka.

Dalam sekejap saja kami telah tidak berpakaian lagi & saya terperanjat menyaksikan buah dada Jenny bahkan lebih agung dari yg sempat kubayangkan. Ukuran payudara Sherly breasts kira kira B cup. Namun menurutku putingnya yg mesar mencuat itu tampak seksi kepada ukuran payudaranya.

Payudara Jenny yg jauh lebih agung di bandingkan isteriku terlihat amat menggiurkan. Mungkin Saja ukurannya C cup, namun teramat tentu apabila ini yakni ukuran full C cup. Putingnya tak sepanjang punyai kakaknya, namun lebih gemuk. Ia tersenyum memergoki saya yg terpana menonton dadanya.

“Ini milikmu sepenuhnya,” kata Jenny sambil menyangga ke-2 buah dadanya bersama ke-2 tangannya sekaligus meremasnya menggoda. Kuhabiskan gelas keempatku & serentak membenamkan wajahku ke dalam dua bongkahan daging kenyal didepanku. Tangan Jenny bergerak ke bawah utk mendapatkan batang penisku.

“Wah, miliki abang akbar sekali!” tuturnya, gairahnya terdengar gede dalam suara suaranya. Saya bergerak turun menelusuri lekuk tubuhnya, melintasi perutnya & sejak mulai menyapukan lidahku terhadap bibir vaginanya.

Ia serta-merta bersandar kepada dinding di dekatnya & memegangi kepalaku bersama ke-2 tangannya sambil mendesah. Cepat saja badan Jenny mulai sejak tergetar disaat saya fokus terhadap kelentitnya. Cepat saja dirinya memperoleh orgasme pertamanya & saya mesti menyangga tubuhnya sebelum ia jatuh. Dulu kugendong beliau menuju ke kamar tidur.

Kurebahkan tubuhnya diatas ranjang, Jenny menjulurkan ke-2 lengannya ke depan menmintaku utk langsung naik. Saya merangkak menaiki tubuhnya & memberinya suatu ciuman yg dalam. Nafasnya tercekat waktu ujung kepala penisku menemukan jalan masuk ke dalam vaginanya.

“Kamu percaya ingin melaksanakan ini?” tanyaku. Ia mengangguk.

“Kakakku, isteri abang, meniduri suamiku. Saya rasa baru adil jikalau saya menyetubuhi abang diatas ranjangnya sendiri. Ini kiat buat membalas kelakuan Bob & Sherly waktu yg sama,” suara amarah terdengar dalam jawabannya, namun ia seterusnya tersenyum & meneruskan, “Lagipula, saya tak ingin melepaskan demikian saja sesudah menyaksikan ukuran penis abang ini.” Seterusnya cepat saja lenguhan nikmat terlepas dari bibirnya kala dirinya memanfaatkan kakinya utk menarik tubuhku ke arahnya.

“Aku merasa amat sangat penuh!”

Batang penisku cuma baru masuk 3/4nya saja ke dalamnya. Kudorongkan lagi, tetapi dirinya merintih kesakitan. Saya mencoba hentikan, namun beliau tak mengijinkanku. Nafasnya tersengal terdengar antara menahan deraan nikmat atau sakit, & ia konsisten mengguna kan pahanya buat menarikku makin erat. Bahkan tangannya mencengkeram pantatku & menariknya dgn keras sampai seluruhnya batang penisku terkubur dalam lubang anusnya.

“Oh mami!” teriakan lepas ke luar dari bibirnya waktu saya sukses membenamkan batang penisku semua. Saya diamkan tidak dengan bergerak supaya beliau terbiasa bersama ukuranku.

“Ayo bang! Setubuhi saya!” hasilnya beliau bicara & benar-benar itu yg cepat dapat saya jalankan. Terhadap awalnya dengan cara perlahan kukeluar masukkan, tetapi atas desakan Jenny serentak saja saya menyentaknya dgn keras & serentak. Cepat saja orgasme ke-2 diraihnya & tidak dengan henti. Saya piker ia bakal pingsan waktu teriakan nikmatnya terdengar keras sekali.


“Jenny, saya hamper ke luar!” teriakku. Ia mendorong tubuhku berganti posisi sampai ia berada di atas & mulai sejak menunggangi batang penisku.

“Lakukan, bang! Mengisi rahimku dgn benih abang!” ucapnya makin membakar gairahku.

“Tapi, kita tak gunakan pelindung!” kataku ragu. Namun keraguanku malah makin menciptakan pantulan tubuhnya makin keras saja & tidak ayal saya serta-merta ke luar jauh di dalam rahimnya. Kusemburkan demikian spermaku ke dalam vaginanya sampai meleleh ke luar terhadap pahanya seiring pompaan naik turun tubuhnya di atasku.

Kami berdua rebah tidak bergerak dgn tubuhnya yg tetap menindihku utk sekian banyak saat. Hasilnya ia mengangkat kepalanya & menatapku bersama diam.

“Kamu tak apa-apa?” tanyaku khawatir tetapi dirinya malah tertawa.

“Aku merasa amat sangat ehmm…! Kala ini, saya tak tahu apakah dapat meninggalkan Bob & tidak dapat berbicara dgn Sherly lagi ataukah saya selayaknya berterima kasih terhadap mereka. Abang amat mengagumkan,” jelasnya. Saya tertawa & menurunkan tubuhnya dari atasku.

“Aya mandi, saya teramat mau main-main lagi bersama dada montokmu ini,” Kataku sambil meremas buah dadanya dulu menggamit tangannya. Kami bawa pun gelas minuman yg kosong, mengisinya lagi buat yg terakhir kalinya sebelum bergandengan tangan masuk ke kamar. Lansung saja kami habiskan gelas terakhir kami sesudah mengatur suhu shower. Tawa riang tidak hentinya ke luar dari bibir kami ketika air hangat mulai sejak turun membasahi ke-2 badan berkeringat kami.

Kusabuni dada montoknya & menghabiskan setidaknya lebih kurang sepuluh menit meremasinya. Saat yg bersamaan dirinya pun menyabuni batang penisku. Demikian penisku kembali mengeras, saya bergerak ke belakang tubuhnya, masihlah konsisten meremasi buah dadanya. Saya sejak mulai menciumi lehernya & batang penisku kugesekkan kepada celah bongkahan pantatnya. Penisku masihlah berlumuran sabun maka dgn enteng melesak masuk.

Disaat bibir kami saling melumat dalam ciuman yg dalam, kepala penisku terdorong masuk ke dalam lubang anusnya. Jenny merenggangkan pahanya & penisku melesak masuk dgn sendirinya seakan miliki tujuan sendiri, Saya terkesiap & berupaya menariknya ke luar.

“Sorry! Ini masuk demikian saja…” saya berikhtiar memaparkan, namun Jenny malah menyeriangai lebar & mendorong pantatnya ke belakang menciptakan kepala penisku makin menyelam ke dalam lubang anusnya. Saya mengerang keenakan.

“Jangan bilang seandainya kak Sherly tak sempat mengizinkan abang jalankan anal sex?” tanyanya menggoda.

“Tidak, tak sempat,” jawabku.

“Baiklah bila demikian, bila abang ingin abang boleh merasa bebas menyetubuhi anusku semau abang!” tuturnya manantang & bagai api yg disiram minyak, cepat saja saya lesakkan batang penisku jauh ke dalam lubang anusnya.

Ke-2 tangannya terjulur kedepan terhadap dindning utk menahan tubuhnya yg terguncang dgn keras oleh sodokanku. Buah dadanya yg montok terayun menggoda, membuatku bersama langsung bergerak meremas keduanya. Namun tanganku serentak berubah buat mencengkeram pinggulnya buat menjaga keseimbangan ke-2 badan kami sebab ayunanku.

“Ya! Konsisten bang! Dorong penis abang ke dalam anusku! Semakin dalam bang!” teriak Jenny dalam kenikmatan. Salah satu tangannya masihlah menahan tubuhnya terhadap dinding sedangkan yg satunya lagi mulai sejak bergerak kea rah selangkangannya.

“Yes!” teriaknya dikala saya makin keras mengayunkan batang penisku makin ke dalam. Mampu kurasakan otot pantatnya yg sejak mulai mengencang ketika dirinya menggesek kelentitnya sendiri. Tidak sanggup lagi kutahan, kulesakkan semua batang penisku terkubur seutuhnya dalam cengkeraman lubang anusnya & kembali, sekali lagi saya ke luar bersama hebatnya. Sentakanku yg terakhir menciptakan kaki Jenny benar benar terangkat dari lantai kamar mandi sebab kerasnya. & factor tersebut menciptakan Jenny bergabung bersamaku dalam ledakan orgasmu sejenak seterusnya.

Kami berlangsung berpelukan dgn sempoyongan ke luar dari kamar mandi menuju ke kamar tidur kembali. Aroma sex tercium amat pekat di dalam kamar & kami kesusahan utk menemukan ruang sprei yg kering di ruangan tidur. We stumbled out of the shower and back to the bedroom. The room smelled like seks and we had problems finding a dry spot on the bed. I was barely settled before Jenny crawled between my legs and started blowing me.

“Kamu memang liar!” kataku.

“Ternyata balas dendam itu rasanya jauh lebih manis dari yg kudugatimpalnya bersama tersenyum puas. Saya cuma mampu menggelengkan kepala. Beliau sangatlah perempuan belia yg penuh amarah, tapi… apapun itu adik iparku ini benar benar teramat menggairahkan!

Jenny merapatkan ke-2 daging payudaranya yg kenyal menjepit batang penisku & mengocoknya demikian batangku mengeras lagi. Dirinya masihlah asik melakukannya kala tiba-tiba saja Sherly terjadi masuk ke dalam kamar tidur…!!!

“Jenny! Teganya anda?” teriak Sherly terdengar hamper menangis, namun Jenny Hanya tersenyum sinis.

“Teganya saya? Kakak tentu bergurau! Mencoba kakak mengecek rekaman video di bawah. Itu rekaman perselingkuhan Bob dgn kak Sherly,” balas Jenny said dulu seterusnya dgn mata menatap kea rah kakaknya, beliau memasukkan batang penisku sampai ke batangnya.


“Anak-anak mana?” tanyaku merasa tidak nyaman. Saya mencoba utk bergerak, namun Jenny tidak membiarkanku. Beliau mau supaya Sherly menyaksikan perbuatan kami berdua.

“Kutitipkan di hunian mami. Saya ingin memberimu kejutan ‘a night out alone’,” tuturnya, kelihatan terang rasa kecewa & terkejutnya.

“Nah, saya rasa yg terperanjat sekarang ini ialah kakak. Apa kakak memang lah mengharapkan jika rekaman itu tidak bakal ketahuan oleh siapapun?” Bertanya Jenny. Sherly menggelengkan kepala.

“Kakak keliru,” kata Jenny, dulu melanjutkan dgn suara sinis, “Nah, sekarang ini impas kan?” tangis Sherly memang pecah kini & dirinya berlari meninggalkan kamar. Bukannya merasa puas sudah membalas dendam, namun saya malah merasa amat sangat tak enak. Kudorong badan Jenny menjauh & berangkat menyusul Sherly. Kutemukan beliau di tempat keluarga, sedang menonton rekaman videonya bersama Bob. Ia menoleh & memandangku dgn tatapan yg berlinang air mata.

“Aku sungguh-sungguh minta maaf!” ucapnya diantara isak tangisnya. “Itu berjalan demikian saja bln dulu. Bob tengah frustrasi dikarenakan Jenny tidak pun hamil. Kami minum-minum & saya tidak ingat tentu apa yg berlangsung selanjutnya, yg kuingat dikala saya terbangun, kita tidur berdua di ranjangnya. Apakah anda ingin memaafkanku?” tanyanya. Saya hendak sejak mulai menjawab, tetapi Jenny telah berada di tempat ini.

“Abang yakin seluruhnya omong kosong ini? Itu kemungkinan benar kejadian mula-mula kalinya, namun macam mana bersama yg berikutnya? Kak Sherly kelihatan terang amat menikmatinya dalam video itu,” potong Jenny bersama geram. Wajah Sherly beralih merah oleh rasa malu.

“Kami melakukannya hanya dua kali saja,” bela Sherly lirih, meski ia sadar itu tidak tidak sedikit membantunya.

“Kejadian yg ke-2 berjalan dikala Bob menelphone-ku utk dating & berbicara. Saya pula terperanjat dikala mendapatkan ada satu buah camera yg dalam kondisi siap rekam. Dulu beliau memperlihatkan padaku rekamannya bersama Jenny yg sedang bercumbu. Kami sepakat utk menghentikan affair ini, tetapi Bob mau membuatsebuah video sbg kenang-kenangan.”

“Dan kakak tidak bisa menolaknya, kan?” potong Jenny bersama tajam.

“Aku ingin menolaknya!” jawab Sherly, namun seterusnya melanjutkan bersama nada pelan, “Tapi video kalian berdua memang membuatku menjadi terangsang. Melihatmu bercumbu bersama Bob teramat membuatku terangsang.”

“Kakak menjadi terangsang dikarenakan melihatku?” Bertanya Jenny tidak yakin. Sherly tidak berani menatap kami berdua, namun beliau cuma mengangguk. Saya gelengkan kepala. Saya memang kaget bersama apa yg dikatakan Sherly barusaja.

“Jenny, Sherly & saya menikah di umur belia. Saya tak heran jikalau kakakmu melamun apa yg hilang dari musim mudanya sesudah kami menikah dahulu. Saya pun merasakan hal tersebut.”

“Lalu apa abang berselingkuh di belakang kakak?” Bertanya Jenny asked. Kugelengkan kepala.

“Tidak hingga hri ini,” jawabku. Sherly mulai sejak merasa tidak nyaman.

“Aku memang minta maaf! Saya teramat mencintaimu & tidak mau kehilanganmu,” kata Sherly. Saya tersenyum mendapatkan situasi ini. Ketakutan terbesarku ialah seandainya Sherly telah tak mencintaiku lagi. Waktu Ini saya tahu itu tak benar.

“Aku tidak ingin meninggalkan anda. Andai saja anda ceritakan padaku berkenaan seluruh ini sebelum anda menciptakan ketentuan, barangkali kita mampu laksanakan itu dgn.”

“Bersama?” tanyanya. Beliau kelihatan terang terperanjat.

“Ya. Sherly, saya miliki suatu fantasi yg ikin kulakukan. Saya tidak sempat menceritakannya padamu sebab kupikir anda teramat konservative mengenai sex & kupikir anda dapat beram jikalau kuajak membicarakannya. Saya tidak mau kehilangan anda.”

“Sungguhkah?” tanyanya, ketakutanna perlahan beralih jadi suatu cita-cita. Kurengkuh dirinya ke dalam pelukanku & memberinya satu buah ciuman yg amat sangat dalam yang merupakan jawabannya.

“Jadi, abang mengizinkan laki laki lain menikmati badan isteri abang?” Bertanya Jenny tidak yakin Saya mengangkat bahu & tersenyum.

“Aku tidak masalah jikalau Sherly bercinta dgn orang lain, Hanya ketentuannya saya mesti ada di sana & beliau pulang ke hunian kembali bersamaku.”

“Menakjubkan,” kata Jenny, tidak tahu mesti berbicara terlebih.

“Jenny, biarpun ini tidak menolong, Bob menyampaikan padaku jika cuma dengankulah satu-satunya perempuan yg sempat berselingkuh dengannya. Saya yakin padanya. Bob memang lah mencintaimu,” kata Sherly, masihlah memelukku. Jenny masihlah konsisten menggelengkan kepala.

Kutarik kembali Sherly dalam suatu ciuman. Saya masihlah terus telanjang, sedangkan Sherly masihlah berpakaian kumplit. Saya mulai sejak melucuti pakaiannya. & beliau menopang mempercepatnya.

“Hey, bagaimanakah bersama saya?” Bertanya Jenny. Sherly memandangku seakan meminta ijin. Saya mengangguk, masihlah meraba-raba kemana ini bakal mogok. Isteriku menatap adiknya & menyeringai lebar.

“Jenny, anda teramat boleh bergabung dgn kami,” undangnya. “Sudah kukatakan, Saya amat sangat gemar melihatmu bercinta bersama Bob. Kurasa melihatmu melakukannya bersama suamiku tentu bakal lebih dahsyat lagi!” Saya sama terkejutnya dgn Jenny, tetapi saya telah terlampaui terangsang oleh perempuan yg kunikahi hamper dua puluh thn ini.

Sherly & saya tidak menunggu jawaban Jenny lagi. Kupanggul Sherly menuju ke kamar tidur kami & melemparkan tubuhnya ke atas ranjang dgn posisi tengkurap. Beliau protes soal aroma & kebenaran bila sepreinya sudah habis dimanfaatkan, namun protesnya tersebut serta-merta terhambat demikian kulesakkan batang penisku ke dalam lubang vaginanya. Kupegangi pinggulnya waktu saya sejak mulai bergerak ke luar masuk.

“Ya, setubuhi saya sayang!” teriaknya. Sherly tak sempat berbicara mesum dikala berhubungan sex pada awal mulanya. Birahiku memang lah terbakar oleh perubahan isteriku ini. Kami berdua memang lah terhanyut dgn irama persetubuhan ini sampai saya dikejutkan oleh satu buah tangan yg memegang buah zakarku.

“Jadi, hasilnya anda putuskan utk bergabung dgn kami,” kataku terhadap Jenny. Beliau mengangkat bahunya, tersenyum nakal & seterusnya menciumku.

“Aku tidak bakal sempat melewatkan peluang utk menikmati batang penis abang lagi,” jelasnya demikian lumatan bibirnya denganku mogok. Kemudia ia menampar pantat Sherly bersama keras. Sherly teriak terperanjat.

“Disamping itu, saya tetap belum memberikan hukuman kepada perempuan jalang yg telah menyetubuhi suamiku ini,” jelasnya sebelum berikan satu buah tamparan lagi.

“Hey! Hentikan,” cegahku. Saya mencintai Sherly & tak mau menyaksikan beliau disakiti.

“Tidak apa-apa! Saya benar-benar layak mendapatkannya,” kata Sherly, mengejutkanku, namun kurasa Jenny telah mengira dapat faktor ini.

“Nah kakakku yg jalang, kakak senang bersama kekerasan ya,” kata Jenny bersama percaya sambil memilin putting kakaknya bersama kasar. Sherly berteriak antara sakit & nikmat. Baru saja saya ingin menghentikan seluruh ini, tetapi Sherly malah mulai sejak meledak orgasmenya. Ini dapat jadi satu buah eksplorasi yg menarik dilain kala.

Jenny menarikku menjauh & menaiki batang penisku. Tidak butuh menunggu diwaktu utk penyesuaian yg lama lagi seperti diwaktu mula-mula kali, beliau setelah itu mulai sejak bergerak naik turun di atasku sekali lagi. Saya telah dekat bersama orgasmeku dikala hasilnya Sherly pulih keadaannya sesudah ledakan orgasmenya. Ia melumat bibirku bersama liar sebelum tangannya bergerak meremas pangkal batang penisku.

“Hey, hentikan, kakak merusak iramaku!” Jenny komplain. Sherly tersenyum, melepaskan cengkeramannya & menarik Jenny dalam satu buah ciuman. Ciuman keduanya teramat lama & serta basah, tetapi dikala hasilnya selesai Jenny kembali komplain.

“Wanita jalang!” teriaknya, yg sebenarnya cuma terperanjat oleh tindakan Sherly barusaja. Isteriku cuma tersenyum.


“Sudah kubilang kan, bila melihatmu mampu membuatku teramat terangsang. Apa yg anda harapkan diwaktu memutuskan buat bergabung dgn kami?” jawab Sherly, & setelah itu tangannya bergerak ke bawah utk memainkan kelentit Jenny. Serentak saja nafas Jenny mulai sejak tersengal.

“Aku tak tertarik terhadap perempuan! Singkirkan tangan kakak!” perintahnya, tetapi Jenny tak laksanakan apa-apa utk menghentikan Sherly.

“Aku serta belum sempat melakukannya bersama seseorang perempuan pada awal mulanya. Saya rasa anda serta. Bagaimanakah anda tahu apabila anda tidak senang?” Bertanya Sherly.

“Tapi saya kan adikmu!” jawab Jenny. Sherly tidak menghiraukannya.

“Aku percaya jika mulutmu tentu dapat lebih berguna daripada cuma berbicara tidak karuan demikian,” jawab Sherly, dulu setelah itu kembali melumat bibir adiknya lagi.

“Wow! Sherly, ini teramat hot! Kalau saja saya tahu lebih awal jika anda pula ingin melakukannya denga perempuan serta,” kataku dgn seringai lebar. Sherly hanay mengangkat bahu.

“Siapa kira? Saya serta tidak sempat melamun diawal mulanya hingga saya tonton videonya Jenny dgn Bob,” jawabnya sebelum seterusnya membungkuk kedepan utk menghisap salah satu putting payudara Jenny. Mengerang keras Jenny mulai sejak orgasme.

Saya coba buat bersi kukuh, namun langsung saja saya seburkan spermaku ke dalam vagina Jenny pula. Jenny menciptakan kami berdua terperanjat waktu ia menjambak rambut kakaknya supaya mendekat padanya & melumat bibirnya dgn liar di tengah ledakan orgasme yg melandanya.

Sherly mendapati batang penisku & memasukkannya ke dalam mulutnya demikian orgasme yg mendera kami berdua mereda.

“Iih, menjijikkan! Penis abang kan penuh bersama cairanku,” kata Jenny dgn wajah menyeringai. Sherly cuma tersenyum dulu mendorong badan adiknya sampai terlentang. Ia bergerak menaiki badan Jenny & duduk diatas dada montoknya. Menciptakan vaginanya berada teramat dekat ke mulut Jenny. Jenny meronta sekian banyak dikala, namun Sherly lebih kuat & lagipula tubuhnya berada diatas menindih Jenny.

“Sekarang giliranku utk orgasme dank ajang anda telah memanfaatkan penis suamiku buat orgasme, anda mesti menukar tugasnya. Jilat vaginaku Jenny!” perintah Sherly. Saya cuma melihat dgn terpesona. Saya tengah menonton bidang dari diri Sherly yg tidak sempat kusangka dimilikinya. Jenny cobalah memprotes, namun Sherly sama sekali tidak mengacuhkan. Disorongkan vaginanya kea rah mulut adiknya & mendesah keras sekian banyak diwaktu seterusnya disaat lidah Jenny menelusup ke dalam lubang vaginanya.

“Ya, demikian Jennyy! Cocok di situ!” ceracau Sherly. Mereka berdua seakan asyik masyuk dalam dunianya sendiri dalam sekian banyak menit ke depan sebelum kepada hasilnya Jenny mendorong badan Sherly dari atasnya.

“Hey!” protes Sherly, namun Jenny hanya tertawa. Ia selanjutnya mengatur buat melaksanakan posisi enam-sembilan bersama isteriku. Kuamati lidah Jenny cepat melata ke luar masuk ke dalam vagina kakaknya. Sherly ragu utk sekian banyak ketika sebelum hasilnya lidahnya serta berikan tindakan yg sama kepada vagina Jenny.

Nampak terang bahwa ke-2 perempuan ini teramat menikmati & larut pada apa yg tengah mereka perbuat. Telah pass lama mereka saling memuaskan birahi satu sama yang lain & saya percaya apabila keduanya telah meraih paling tak suatu orgasme. Batang penisku hasilnya sekali lagi mengeras sepenuhnya & saya tengah bingung utk memutuskan apa yg bakal kulakukan. Jenny menyaksikan kebingunganku & mengedip kepadaku sambil satu buah jarinya menyelip masuk ke dalam lubang anus Sherly. Sherly mengerang.

Jenny tetap memainkan jemarinya di dalam lubang anus Sherly sambil masihlah mengoral vaginanya. Sejenak setelah itu Jenny mengisyaratkan padaku utk mendekat. Dicengkeramnya batang penisku & menempatkan kepala penisku cocok di lubang anus Sherly. Kudoeng sedikit sampai kepalanya masuk sebelum Sherly hasilnya menyadari apa yg tengah berjalan.

“Tunggu!” teriaknya, tetapi Jenny terus berkonsentrasi terhadap kelentitnya & itu menciptakan perhatian Sherly kabur. Kumasukkan sekian banyak centi lagi.

“Hentikan, ini sakit!” erang Sherly. Jenny menampar pantat isteriku bersama keras.

“Tapi rasanya amat sangat nikmat, kan?” tanyanya terhadap isteriku. Sherly cuma mengerang. Kumasukkan lagi lebih dalam.

“Ya!” Sherly makin mengerang keras.

“Jadi, diam & nikmati saja!” perintah Jenny menampar pantat Sherly lagi. Jenny merangkak ke bawah badan Sherly & mulai sejak mempermainkan kelentitnya.

Saya konsisten mendorongkan penisku makin ke dalam anus Sherly. Rasanya amat rapat & saya tidak percaya sepenuhnya apakah dirinya menikmati ini ataukah tak.

“Apa anda mau saya mogok?” tanyaku meyakinkan.

“Jangan! Masukkan seluruh. Sodomi saya!” teriak Sherly. & jawaban itu membuatku melesakkan sisa penisku selurhnya tidak dengan ragu lagi. Dirinya segera mulai sejak orgasme. Kurasakan denyutannya seiring tiap sodokanku.

Kusodomi Sherly dgn keras & langsung, menciptakan buah zakarku menghantam dahi Jenny. Langsung saja saya orgasme sekian banyak menit selanjutnya. Sherly & saya rebah kecapaian sedangkan Jenny meberi kami masing-masig satu buah ciuman yg penuh nafsu yg dalam. Tidak disangsikan lagi jikalau beliau pun amat sangat membutuhkan satu buah pelapasan yg teramat mendesak.

Demikian kondisiku & isteriku sejak mulai pulih, tidak dengan menyia-nyiakan diwaktu lagi kami berdua segera berkonsentrasi kepada vagina Jenny. Bersama bergantian lidah kami mengeksplorasi semua titik sensitifnya. & itu menciptakan Jenny merintih memintaku supaya serta-merta menyetubuhinya cepat.

Kuposisikan dirinya dalam dogy-style, Sherly memposisikan ia diantara tubuhku & Jenny & mencumbu anus adiknya bersama memanfaatkan lidah. Faktor ini terlampaui berlebihan buat akan ditahan Jenny lebih lama lagi & orgasme serentak menggulungnya. Denyutan liar dinding vagina Jenny tidak dapat kutahan, kulit penisku yg terasa amat sangat sensisit langsung memberiku ledakan orgasme yg berikutnya. Isteriku konsisten saja mencumbui lubang anus adiknya disaat saya semburkan kembali spermaku di dalam vagina adik iparku buat kesekian kalinya.

Kami bertiga cuma bisa berbaring kelelahan bersama badan bersimbah keringat buat sekian diwaktu. Ketika hasilnya kami sanggup bergerak, cuma bersama aktivitas badan yg lemah & pelan. Dengan Cara bregiliran kami mandi menyegarkan badan, berpakaian & berjumpa di meja makan. Sherly menyiapkan sesuat buat mengganjal perut kami seluruhnya yg kelaparan.

“Aku lapar,” Jenny said.

“Aku pula,” timpalku.

“Aku rasa kita telah membangkitkan selera makan kita,” Sherly tersenyum. Nyaris disepanjang program makan kami diwarnai keheningan. Masing-masing tenggelam dalam alam pikirannya. Saya tonton Sherly sedang menata mentalnya utk terhubung omongan. Hasilnya ia menatapku demikian program makan kita selesai.

“Jadi, apakah kita seluruhnya baik-baik saja?” suara bicaranya terdengar nervous. Kami saling menatap satu sama lain dalam sekian banyak ketika & kemudia saya mengangguk. Senyuman Sherly terkembang.

“Bagaimana dgn anda?” Bertanya Sherly terhadap adiknya.

“Mmm, saya belum tahu,” jawab Jenny dgn jujur, namun selanjutnya beliau tersenyum lebar & tanya, “Yang anda tujuan itu berkaitan anda & Bob atau bukti bahwa baru saja saya sadar kalu saya seseorang lesbian yg serta menikmati interaksi incest?”

“Kamu bukan lesbian,” jawabku sambil tersenyum.

“Dia benar,” Sherly melanjutkan. “Kamu satu orang biseksual yg menikmati pertalian incest.” Jenny tak bias menahan diri. Ia tertawa terbahak. Sherly & saya ikut tertawa, namun bersama serta-merta tawa kami mogok.

“Jenny, beri Bob peluang,” kata Sherly dgn lebih serius. Jenny menarik nafas.

“Akan kupikirkan.”

“Dan diskusikan dengannya soal belum pula hamilnya anda. Kalian berdua kemungkinan mesti membicarakan hal itu. Bisa Saja sekaranglah waktunya buat datang ke dokter ahli.”

“Wow, sekali nasehat segera kumplit,” jawab Jenny bersama tersenyum. Beliau kelihatan agak bimbang.

“Hei, anda boleh menyewa suamiku sbg gantinya apabila yg menjadi masalahmu merupakan Bob,” gurau Sherly, coba utk menciptakan adiknya tersenyum. Senyuman Jenny makin terkembang lebar dikala tangannya bergerak mengelus perutnya.

“Masalah itu bisa jadi telah terpecahkan jika benar-benar yg bermasalah aadalah Bob. Pekan ini merupakan masa musim paling suburku & suamimu telah lakukan pekerjaannya dgn amat baik waktu mengisiku bersama spermanya.”

Alis Sherly’s, & pasti saja alisku, terangkat lantaran terperanjat. Kami saling mamandang & selanjutnya menoleh ke arah Jenny. Hasilnya kami bertiga cuma mengangkat bahu.

“Itu issue utk besok saja,” jawab Sherly.

“Kalau benar-benar menjadi,” Jenny melanjutkan.

“Beritahu kami jikalau hasilnya anda memutuskan buat memaafkan Bob,” kataku, pindai topic pembicaraan. “Akan tiba waktunya bagi Bob & saya buat membicarakannya, tetapi itu persoalan lain lagi. & jikalau semuanya berlangsung baik & antara anda & Bob ok, saya rasa saya mau menyaksikan Bob & Sherly melakukannya dengan cara serentak. Saya percaya itu dapat kelihatan lebih hebat dari kepada di dalam video.”


“Hanya sewaktu saya dikasih peluang dgn anda lagi,” jawab Jenny menimpali ‘tantanganku. Ia selanjutnya menoleh kea rah Sherly & bersama tersenyum menyambung, “Tentu saja dgn anda pun.”

“Aku dapat menggaransi seandainya soal itu,” balas Sherly.

Jenny berikan suatu pelukan terhadap kami berdua sebelum beliau berangkat. Sherly & saya saling menatap dalam kebisuan buat sekian banyak dikala.

“Nah, saat ini dengan cara apa?” Bertanya Sherly. Awalnya saya cuma mengangkat bahu, namun seterusnya kuhembuskan nafas. Saya sadar seandainya kami berdua membutuhkan suatu aturan basic dalam factor ini.

“Pertama, saya rasa kita mesti saling setuju & berjanji bahwa kita tak mau saling main-main bersama orang lain tidak dengan persetujuan salah satu dari kita. Tidak ada lagi affair,” jelasku bersama ringkas. Sherly nampak sedikit malu & mengangguk setuju.

“Kita mesti ekstra hati-hati kepada anak-anak. Saya tak ingin gaya hidup kita yg baru ini mengambil satu buah resiko bagi mereka seluruhnya,” Sherly melanjutkan.

“Setuju.”

“Kamu puny rencana yg lain lagi?” Bertanya Sherly. Saya menyeringai.

“Ya, tetap ada suatu hukuman yg menunggumu.”

“Hukuman?” Bertanya Sherly, matanya berbinar.

“Yeah, sekarang ini saya tahu bila anda senang sedikit kekerasan & rasa sakit, saya rasa kita mesti kembali lagi ke kamar. Lagipula anak anak tiada & kita cuma berdua saja saat ini.”

“Apa yg anda rencanakan?” Bertanya Sherly curiga. Saya cuma tersenyum lebar.

Kami habiskan sekian banyak jam berikutnya dgn saling memuaskan & memanjakan satu sama lain. Tak seluruh yg kami cobalah berlangsung bersama baik, tetapi ketika itu tak terjadi serasi cita-cita, kami cuma tertawa & kemudia cobalah sesuatu yg yang lain lagi. Utk perdana kalinya Sherly & saya saling share seluruhnya fantasi seksual dalam kehidupan dua puluh thn perkawinan kami. Kami sadar jikalau tak seluruhnya fantasi tersebut dapat diwujudkan dalam satu tengah malam ini, namun kami telah jalankan suatu awal yg keren.

Mentari pagi cuma menunggu satu & dua jam utk terbit kala hasilnya kami merasa terlampaui lelah buat cobalah sesuatu lainnya lagi, tetapi kami berdua belum merasa ngantuk pun. Sekali lagi kami mandi lagi & melangkah menuju ke kamar tamu. Kamar ini mempunyai pemandangan yg indah kala mentari terbit & serta seprei yg bersih & segar.

Kami berdua berbaring & berbincang seakan telah tidak saling berbicara sewaktu bertahun-tahun. Saya bahkan tidak demikian percaya apa yg sedang kami diskusikan, tetapi terhadap hasilnya saya merasa lebih dekat bersama isteriku melebihi pada awal mulanya. Manteri terbit mengantarkan kami berdua lelap dalam mimpi indah bersama saling memeluk.


BUNGAQQ.COM BandarQ | ADUQ | DOMINOQQ ONLINE TERPERCAYA Indonesia. Kami juga menyediakan costumer servis yang siap melayani anda selama 24 jam penuh. 

Minimal Deposit Rp 20.000
Minimal WD Rp 50.0000
Proses depo wd akan kami proses dalam waktu kurang dari 2 menit, kecuali bank yang bersangkutan sedang gangguan.

Kami juga menyediakan bonus menarik yang lain :
- BONUS CASHBACK 0.5% yang dibagikan setiap hari selasa dengan minimal Turnover 1jt
- BONUS REFERAL 20%

Kami menyediakan 6 games yang bisa dimainkan dalam 1 id
-Poker
-AduQ
-DominoQQ
-Capsa Susun
-BandarQ
-Bandar Poker

Kami juga menyediakan hadiah jackpot dengan total hadiah ratusan juta rupiah.

Kami Menyediakan 5 bank yang siap melayani anda yang diantaranya : 
BCA, MANDIRI, BNI, BRI, dan DANAMON 

Transaksi dapat dilakukan selama bank online.
Untuk info lebih lanjut silakan hubungi kami di 
BBM : 7B16CAB4
YM : qqbungaqq@yahoo.com

Untuk Pendaftaran Langsung saja klik : http://goo.gl/zXdity

0 comments:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest
image image image image SensusQQ SITUS BANDARQ ADUQ DOMINOQQ ONLINE TERPERCAYA 2017

Popular Posts

Powered by Blogger.

Copyright © BUNGAQQ | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com