Sunday, August 28, 2016

TUKAR PASANGAN DENGAN BULE


Nama aku Dikky, aku berusia 28 thn, baru 3 (tiga) bln bekerja di sebuah perusahaan asing di Jakarta, atasan aku Mr. Richard Handerson, berasal dari Amerika, kira-kira berusia 40 thn. kurun waktu singkat Rich begitu rekan-rekan di kantor menyukai memanggilnya, sudah amat sangat akrab dgn aku, lantaran kebetulan kami memiliki hobi yg sama adalah main-main golf. Perusahaan ruang kami bekerja yakni sebuah perusahaan yg bergerak dalam bagian advertising. Menurut cerita-cerita kawan-kawan istri Richard, yg berasal dari Amerika pula, amat menawan & badannya amat seksi, seperti artis film Hollywood. Saya sendiri belum sempat berjumpa dengan cara cepat bersama istri Richard, cuma menonton fotonya yg terletak di meja kerja Richard. Satu Buah hri aku memasang poto aku berdua denga Nina istri aku, yg berasal dari Bandung & berusia 26 th, di meja kerja aku. Terhadap kala Richard menyaksikan poto itu, dengan cara spontan ia memuji kecantikan Nina & sejak disaat itu serta aku mengamati jika Richard tidak jarang melirik ke poto itu, bila kebetulan ia datang ke ruangan kerja aku.


Satu Buah hri Richard mengundang aku utk makan tengah malam di rumahnya, menurutnya utk membahas satu buah proyek, sekaligus buat lebih mengenal istri masing-masing.
“Dik, kelak tengah malam datang ke hunian ya, ajak istrimu Nina pun, sekalian makan malam”.
“Lho, ada program apa boss?”, kataku sok akrab.
“Ada proyek yang mesti diomongin, sekalian agar istri saling kenal gitu”.
“Okelah!”, kataku.

Sesampainya di hunian, undangan itu saya sampaikan ke Nina. Kepada mulanya Nina agak segan pula utk bertolak, lantaran jelasnya kelak agak sulit buat berkomunikasi dalam bahasa Inggris bersama mereka. Dapat tapi sesudah kuyakinkan bahwa Richard & Istrinya amat sangat tidak tersendat berbahasa Indonesia, hasilnya Nina ingin pula berangkat.
“Ada apa sih Mas, kok mereka ngadain dinner segala?”.
“Tau, jelasnya sih, ada proyek apa.., yg ingin didiskusikan”.
“Ooo.., gitu ya”, sambil tersenyum. Menyaksikan ia tersenyum saya langsung mencubit pipinya dgn gemas. Seandainya menonton Nina, senantiasa gairahku timbul, soalnya ia itu seksi sekali. Rambutnya terurai panjang, beliau senantiasa senam so.., punyai badan ideal, & ukurannya itu 34B yg padat kencang.

Pukul 19.30 kami telah berada di apartemen Richard yg terletak di daerah Jl. Gatot Subroto. Saya mengenakan kemeja batik, sementara Nina menggunakan stelan rok & kemeja sutera. Rambutnya dibiarkan tergerai tidak dengan hiasan apapun. Sesampai di Apertemen no.1009, saya langsung menekan bel yg berada di depan pintu. Demikian pintu terbuka, nampak seseorang perempuan bule berusia kira-kiar 32 thn, yg amat sangat elegan, bersama tinggi sedang & berbadan langsing, yg dgn nada medok menegur kami.
“Oh Dikky & Nina yah?, silahkan.., masuk.., silahkan duduk ya!, aku Lillian istrinya Richard”.
Nyata-nyatanya Lillian badannya teramat keren, tinggi langsing, rambut panjang, & lebih manis di bandingkan bersama fotonya di lokasi kerja Richard. Dgn agak tergagap, saya menyapanya.
“Hallo Mam.., kenalin, ini Nina istriku”.

Sesudah Nina bertaaruf dgn Lillian, dia diajak utk masuk ke dapur utk menyiapkan makan tengah malam, sementara Richard mengajakku ke teras balkon apartemennya.
“Gini lho Dik.., bln depan bakal ada proyek buat mengerjakan iklan.., ini.., ini.., dan seterusnya. Berani nggak anda ngerjakan iklan itu”.
“Kenapa nggak, rasanya perlengkapan kita pass kumplit, tim kerja di kantor seluruhnya tenaga terlatih, ngeliat waktunya serta pass. Berani!”.
Saya excited sekali, baru kali itu diserahi pekerjaan utk mengkordinir pelaksanaan iklan skala gede.


Senyum Richard cepat mengembang, seterusnya dia berdiri merapat ke sebelahku.
“Eh Dik.., bagaimana Lillian menurut penilaian anda?”, sambil bisik-bisik.
“Ya.., sangat elegan, seperti bintang film”, kataku dgn polos.
“Seksi nggak?”.
“Lha.., ya.., terang dong”.
“Umpama.., ini umpama saja loo.., kalo kelak saya pinjam istrimu & saya pinjemin Lillian buat anda bagaimanakah?”.
Mendenger permintaan seperti itu tetap jelas saya amat kaget & bingung, perasanku amat sangat shock & tergoncang. Rasanya kok aneh sekali gitu. Sambil tetap tersenyum-senyum, Richard menambahkan, “Nggak ada paksaan kok, saya jamin Nina & Lillian tentu menyukai, soalnya kelak.., udah deh pokoknya jika kau setuju.., kemudian serahkan kepada aku.., aman kok!”.

Melamun tampang & tubuh Lillian saya jadi terangsang pula. Pikirku kapan lagi saya sanggup menunggangi kuda putih? Paling-paling selagi ini cuma dapat melamun saja terhadap waktu menyaksikan blue film. Namun dilain pihak jikalau melamun Nina dikerjain si bule ini, yg tentu punyai senjata yg agung, rasanya kok tak tega pula. Tetapi sebelum aku mampu memastikan sikap, Richard sudah meneruskan bersama pertanyaan lagi, “Ngomong-ngomong Nina sukanya kalo making love style-nya dengan cara apa sih?”.
Tidak Dengan saya pernah berpikir lagi, mulutku telah ngomong duluan, “Dia tak senang style yg aneh-aneh, maklum saja perawan pingitan & pemalu, tetapi bila vaginanya dijilatin, sehingga beliau bakal teramat terangsang!”.
“Wow.., saya justru pengin sekali mencium & menjilati bidang vagina, ada bau khas perempuan terpancar dari situ.., itu menciptakan aku teramat terangsang!”, kata Richard.
“Kalau Lillian amat sangat menyukai bermain diatas, doggy style & yg terang menyukai blow-job” lanjutnya.
Mendengar itu saya jadi bernafsu serta, belum-belum telah terasa ngilu di sektor bawahku melamun senjataku diisap mulut kecil Lillian itu.
Setelah Itu lanjut Richard meyakinkanku, “Oke deh.., enjoy aja kelak, agar saya yg atur. Ngomong-ngomong my wife udah tau ide ini kok, ia itu orangnya senantiasa terbuka dalam soal sex.., menjadi setuju aja”.
“Nanti minuman Nina saya kasih bubuk penghangat sedikit, supaya ia agak lebih berani.., Oke.., yaa!”, aku agak terperanjat pun, apakah Richard dapat memberikan obat perangsang & memperkosa Rina? Wah bila demikian tak rela saya. Saya setuju asal Rina mendapat kepuasan pula. Menyaksikan mimik mukaku yg ragu-ragu itu, Richard cepat-cepat melanjutkan, “Bukan obat bius atau ineks kok. Hanya pembangkit gairah aja”, selanjutnya dirinya menuturkan kemudian, “Oke, kelak anda duduk di sebelah Lillian ya, Nina di sampingku”.

Seterusnya program makan tengah malam berlangsung tidak tersendat. Serta gagasan Richard. Sesudah makan tengah malam selesai sepertinya bubuk itu mulai sejak bereaksi. Rina terlihat agak gelisah, terhadap dahinya timbul keringat halus, duduknya nampak tak slow, soalnya jika nafsunya lagi akbar, dirinya agak gelisah & keringatnya lebih tidak sedikit ke luar. Menonton tanda-tanda itu, Richard mengedipkan matanya terhadap aku & berbicara terhadap Nina, “Nin.., silakan duduk di depan Televisi saja, lebih dingin di sana!”, & tampa menunggu jawaban Nina, Richard cepat berdiri, menarik kursi Nina & menggandengnya ke depan Televisi 29 inchi yg terletak di area tengah. Saya mau mengikuti mereka tetapi Lillian langsung memegang tanganku. “Dik, di lihat aja lalu dari sini, ntar kita pula dapat bergabung bersama mereka kok”. Benar-benar dari tempat makan kami mampu dgn terang menonton tangan Richard mulai sejak bergerilya di pundak & punggung Nina, memijit-mijit & mengusap-usap halus. Sementara Nina nampak semakin gelisah saja, badannya kelihatan sedikit menggeliat & dari mulutnya terdengar desahan tiap-tiap kali tangan Richard yg berdiri di belakangnya menyentuh & memijit pundaknya.

Lillian selanjutnya menarikku ke kursi panjang yg terletak di tempat makan. Dari kursi panjang tersebut, mampu kelihatan serentak seluruhnya kegiatan yg berlangsung di ruangan tengah, kami selanjutnya duduk di kursi panjang tersebut. Tampak perbuatan Richard makin berani, dari belakang tangannya bersama trampil mulai sejak melepaskan kancing kemeja batik Nina sampai kancing terakhir. BH Nina langsung menyembul, menyembunyikan dua bukit kecil kebanggaanku dibalik balutannya. Terlihat mata Nina terpejam, badannya tampak lunglai lemas, saya menduga-duga, “Apakah Nina sudah dikasih obat tidur, atau obat perangsang oleh Richard?, atau apakah Nina pingsan atau sedang terbuai menikmati permainan tangan Richard?”. Nina tampaknya pasrah seolah-olah tak menyadari kondisi sekitarnya. Timbul pun perasaan cemburu berbarengan bersama gairah menerpaku, menyaksikan Nina seolah-olah menyongsong tiap-tiap belaian & usapan Richard dikulitnya & ciuman nafsu Richardpun disambutnya bersama gairah.

Menyaksikan apa yg tengah diperbuat oleh si bule kepada istriku, sehingga lantaran merasa kepalang tanggung, saya pula tak ingin rugi, serentak kualihkan perhatianku terhadap istri Richard yg sedang duduk di sampingku. Niat utk merasakan kuda putih serentak bakal terwujud & tanganku serta cepat menyelusup ke dalam rok Lillian, terasa bukit kemaluannya telah basah, mungkin saja pula sudah muncul gairahnya menonton suaminya sedang mengerjai perempuan kecil. Dgn perlahan jemariku sejak mulai terhubung pintu masuk ke lorong kewanitaannya, dgn lembut jari tengahku menekan clitorisnya. Desahan lembut ke luar dari mulut Lillian yg kecil itu, “aahh.., aaghh.., aagghh”, tubuhnya mengejang, sementara tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.

Sementara itu di area sebelah, Richard sudah meningkatkan aksinya pada Nina, tampak Nina sudah dibuat polos oleh Richard & terbaring lunglai di sofa. Tubuh Nina yg ramping mulus dgn buah dadanya tak terlampaui agung, namun padat berisi, perutnya yg rata & ke-2 bongkahan pantatnya yg tampak mulus menggairahkan pun gundukan mungil yg membukit yg ditutupi oleh rambut-rambut halus yg terletak diantara ke-2 paha atasnya terbuka dgn terang seolah-olah siap menerima serangan-serangan setelah itu dari Richard. Setelah Itu Richard menarik Nina berdiri, dgn Richard terus di belakangnya, ke-2 tangan Richard menjelajahi seluruhnya lekuk & ngarai istriku itu. Saya pernah menonton ekspresi wajah Nina, yg bersama matanya yg setengah terpejam & dahinya agak berkerut seolah-olah sedang menahan sebuah kenyerian yg melanda semua tubuhnya bersama mulutnya yg kecil setengah terbuka, menunjukan Nina menikmati benar permainan dari Richard kepada badannya itu, lebih-lebih waktu jemari Richard berada di semak-semak kewanitaannya, sementara tangan lain Richard meremas-remas puting susunya, nampak semua tubuh Nina yg bersandar lemas terhadap tubuh Richard, bergetar dgn hebat.

Kala itu pula tangan Lillian sudah terhubung zipper celana panjangku, & bagaikan orang kelaparan konsisten berupaya melepas celanaku tersebut. Buat memudahkan aksinya saya berdiri di hadapannya, bersama melepaskan bajuku sendiri. Sesudah Lillian selesai dgn celanaku, gilirannya dirinya kutelanjangi. Wow.., kulit badannya mulus seputih susu, payudaranya padat & kencang, dgn putingnya yg berwarna coklat bujang sudah mengeras, yg tampak sudah mencuat ke depan dgn kencang. Saya menyadari, apabila diadu besar nya senjataku bersama Richard, pasti saya kalah jauh & bila saya serta-merta bermain tusuk saja, pasti Lillian tak bakal merasa puas, menjadi trick permainanku mesti memanfaatkan teknik yg lain dari lain. Sehingga yang merupakan permulaan kutelusuri dadanya, turun ke perutnya yg rata sampai tiba di lembah diantara ke-2 pahanya mulus & sejak mulai menjilat-jilat bibir kemaluannya dgn lidahku.


Kududukkan Lillian kembali di sofa, bersama ke-2 kakinya berada di pundakku. Sasaranku ialah vaginanya yg sudah basah. Lidahku cepat menari-nari di permukaan & di dalam lubang vaginanya. Menjilati clitorisnya & mempermainkannya sesekali. Tunai saja Lillian berteriak-teriak keenakan bersama nada keras, ” Ooohh.., oohh.., sshh.., sshh”. Sementara tangannya menekan mukaku ke vaginanya & tubuhnya menggeliat-geliat. Tanganku tetap laksanakan kegiatan meremas-remas disekitar payudaranya. Kepada dikala bersamaan nada Nina terdengar di telingaku diwaktu dirinya mendesah-desah, “Oooh.., aagghh!”, diikuti bersama nada seperti orang berdecak-decak. Tidak tahu apa yg diperbuat Richard kepada istriku, maka ia sanggup berdesah seperti itu. Nina kini sudah telentang diatas sofa, dgn ke-2 kakinya terjulur ke lantai & Richard sedang berjongkok diantara ke-2 paha Nina yg telah terpentang bersama lebar, kepalanya terbenam diantara ke-2 paha Nina yg mulus. Dapat kubayangkan mulut & lidah Richard sedang mengaduk-aduk kemaluan Nina yg kecil itu. Kelihatan tubuh Nina menggeliat-geliat & ke-2 tangannya mencengkeram rambut Richard bersama kuat.

Saya sendiri semakin sibuk menjilati vagina Lillian yg badannya konsisten menggerinjal-gerinjal keenakan & dari mulutnya terdengar erangan, “Ahh.., yaa.., yaa.., jilatin.., Ummhh”. Desahan-desahan nafsu yg makin menegangkan otot-otot penisku. “Aahh.., Dik.., akuu.., aakkuu.., oohh.., hh!”, bersama sekali hentakan keras pinggul Lillian menekan ke mukaku, ke-2 pahanya menjepit kepalaku dgn kuat & tubuhnya menegang terguncang-guncang bersama hebat & diikuti bersama cairan hangat yg merembes di dinding vaginanya pula makin deras, ketika beliau mencapai organsme. Tubuhnya yg sudah basah oleh keringat tergolek lemas penuh kepuasan di sofa. Tangannya mengusap-usap lembut dadaku yg pula penuh keringat, bersama tatapan yg sayu mengundangku buat bertindak makin jauh.

Disaat saya menengok ke arah Richard & istriku, rupanya mereka sudah berganti posisi. Nina saat ini telentang di sofa bersama ke-2 kakinya kelihatan menjulur di lantai & pantatnya terletak kepada pinggir sofa, punggung Nina bersandar kepada sandaran sofa, maka dirinya sanggup menonton bersama terang bidang bawah tubuhnya yg sedang jadi sasaran tembak Richard. Richard membawa posisi berjongkok di lantai diantara ke-2 paha Nina yg sudah terpentang lebar. Saya merasa amat terperanjat pun menyaksikan senjata Richard yg terletak diantara ke-2 pahanya yg berbulu pirang itu, penisnya tampak teramat agung lebih kurang panjangnya 20 centi meter bersama lingkaran yg sekitar 6 centi meter & kepada bidang kepala penisnya membulat akbar bagaikan topi baja tentara saja.

Nampak Richard memegang penis raksasanya itu, pula di usap-usapkannya di belahan bibir kemaluan Nina yg telah sedikit terbuka, nampak Nina dgn mata yg terbelalak menonton ke arah senjata Richard yg dahsyat itu, sedang menempel kepada bibir vaginanya. Ke-2 tangan Nina tampak coba menahan tubuh Richard & tubuh Nina kelihatan agak melengkung, pantatnya dicoba ditarik ke atas buat mengurangi tekanan penis raksasa Richard terhadap bibir vaginanya, dapat namun bersama tangan kanannya masih menahan pantat Nina & tangan kirinya masih menuntun penisnya supaya masih berada kepada bibir kemaluan Nina, sambil mencium telinga kiri Nina, terdengar Richard bicara perlahan, “Niinn.., maaf yaa.., aku ingin masukkan waktu ini.., boleh?”, tampak kepala Nini cuma menggeleng-geleng kekiri kekanan saja, entah apa yg ingin dikatakannya, bersama pandangannya yg sayu menatap ke arah kemaluannya yg sedang didesak oleh penis raksasa Richard itu & mulutnya terkatup rapat seolah-olah menahan kengiluan.

Richard, tidak dengan menunggu lebih lama lagi, serta-merta menekan penisnya ke dalam lubang vagina Nina yg sudah basah itu, walau ke-2 tangan Nina terus cobalah menahan tekanan tubuh Richard. Kemungkinan, entah dikarenakan tusukan penis Richard yg terlampaui segera atau dikarenakan ukuran penisnya yg over size, serentak saja Nina berteriak mungil, “Aduuh.., pelan-pelan.., sakit nih”, terdengar keluhan dari mulutnya dgn wajah yg agak meringis, barangkali menahan rasa kesakitan. Ke-2 kaki Nina yg mengangkang itu tampak menggelinjang. Kepala penis Richard yg gede itu sudah terbenam sebahagian di dalam kemaluan Nina, ke-2 bibir kemaluannya menjepit bersama erat kepala penis Richard, maka belahan kemaluan Nina kelihatan terkuak membungkus bersama ketat kepala penis Richard itu. Ke-2 bibir kemaluan Nina tertekan masuk demikian serta clitoris Nina turut tertarik ke dalam akibat besar nya kemaluan Richard.

Richard menghentikan tekanan penisnya, sambil mulutnya mengguman, “Maaf.., Nin.., aku telah menyakitimu.., maaf yaa.., Niin!”.
“aagghh.., janganlah teerrlalu diipaksakan.., yaahh.., saayaa meerasa.., aakan.., terbelah.., niih.., sakiitt.., jangan sampai.., diiterusiinn”.
Nina cobalah menjawab dgn badannya konsisten menggeliat-geliat, sambil merangkulkan ke-2 tangannya di pungung Richard.
“Niinn.., aku ingin masukkan lagi.., yaa.., & tolong katakan yaa.., jika Nina masihlah merasa sakit”, sahut Richard & tidak dengan menunggu jawaban Nina, serentak saja Richard meneruskan penyelaman penisnya ke dalam lubang vagina Nina yg tertahan itu, tapi saat ini dilakukannya bersama lebih pelan pelan.


Saat kepala penisnya sudah terbenam semua di dalam lubang kemaluan Nina, tampak muka Nina meringis, tapi kini tak terdengar keluhan dari mulutnya lagi cuma ke-2 bibirnya terkatup erat bersama bibir bawahnya nampak menggetar.
Terdengar Richard tanya lagi, “Niinn.., sakit.., yaa?”, Nina cuma menggeleng-gelengkan kepalanya, sambil ke-2 tangannya meremas bahu Richard & Richard serentak kembali menekan penisnya lebih dalam, masuk ke dalam lubang kemaluan Nina.

Dengan Cara pelahan-lahan tetapi tentu, penis raksasa itu menguak & menerobos masuk ke dalam sarangnya. Saat penis Richard sudah terbenam nyaris setengah di dalam lubang vagina Nina, tampak Nina sudah pasrah saja & kini ke-2 tangannya tak lagi menolak tubuh Richard, dapat tapi waktu ini ke-2 tangannya mencengkeram bersama kuat terhadap pinggir sofa. Richard menekan lebih dalam lagi, kembali nampak wajah Nina meringis menahan sakit & nikmat, ke-2 pahanya nampak menggeletar, tapi lantaran Nina tak mengeluh sehingga Richard menyambung saja tusukan penisnya & tiba-tiba saja, “Blees”, Richard menekan seluruhnya berat badannya & pantatnya menghentak dgn kuat ke depan memepetin pinggul Nina rapat-rapat terhadap sofa.

Terhadap ketika yg bersamaan terdengar keluhan panjang dari mulut Nina, “Aduuh”, sambil ke-2 tangannya mencengkeram pinggir sofa dgn kuat & badannya melengkung ke depan pun ke-2 kakinya terangkat ke atas menahan tekanan penis Richard di dalam kemaluannya. Richard mendiamkan penisnya terbenam di dalam lubang vagina Nina sejenak, biar tak menambah sakit Nina sambil tanya lagi, “Niinn.., sakit.., yaa? Tahan dikit yaa, sebentar lagi dapat terasa nikmat!”, Nina dgn mata terpejam cuma menggelengkan kepalanya sedikit seraya mendesah panjang, “aagghh.., kit!”, dulu Richard mencium wajah Nina & melumat bibirnya dgn ganas. Nampak pantat Richard bergerak dgn langsung naik turun, sambil badannya mendekap badan kecil Nina dalam pelukannya.

Tidak selang lama seterusnya nampak tubuh Nina bergetar bersama hebat dari mulutnya terdengar keluhan panjang, “Aaduuh.., oohh.., sshh.., sshh”, ke-2 kaki Nina bergetar bersama hebat, melingkar bersama ketat terhadap pantat Richard, Nina mengalami orgasme yg hebat & berkepanjangan. Selang sesaat tubuh Nina terkulai lemas bersama ke-2 kakinya terus melingkar terhadap pantat Richard yg tetap konsisten berayun-ayun itu.

aah, sebuah pemandangan yg teramat erotis sekali, satu buah pertarungan yg diam-diam yg diikuti oleh penaklukan disatu pihak & penyerahan keseluruhan dilain pihak.
“Dik.., ayo saya ingin kamu”, nada Lillian penuh gairah di telingaku. Kuletakkan kaki Lillian sama bersama posisi tadi, cuma saja sekarang senjataku yg bakal masuk ke vaginanya. Duh, rasanya kemaluan Lillian masihlah rapet saja, saya merasakan adanya jepitan dari dinding vagina Lillian terhadap kala rudalku hendak menerobos masuk.
“Lill.., kok masihlah rapet yahh”. Sehingga dgn sedikit tenaga kuserudukkan saja rudalku itu menerobos liang vaginanya. “Aagghh”, mata Lillian terpejam, sementara bibirnya digigit. Tetapi ekspresi yg terpancar merupakan ekspresi kepuasan. Saya mulai sejak mendorong-dorongkan penisku bersama kegiatan ke luar masuk di liang vaginanya. Diiringi erangan & desahan Lillian tiap-tiap saya menyodokkan penisku, menonton itu saya makin bersemangat & semakin kupercepat aktivitas itu. Sanggup kurasakan bahwa liang kemaluannya makin licin oleh pelumas vaginanya.

“Ahh.., ahh”, Lillian semakin keras teriakannya.
“Ayo Dik.., terus”.
“Enakk.., eemm.., mili meter!”.
Tubuhnya sekali lagi mengejang, diiringi leguhan panjang, “Uuhh..hh..” “Lill.., boleh di dalam.., yaah”, saya butuh tanya kepada beliau, mengingat saya mungkin saja sewaktu-waktu ke luar.
“mm..”.

Kaki Lillian selanjutnya menjepit pinggangku bersama erat, sementara saya makin mempercepat aktivitas sodokan penisku di dalam lubang kemaluannya. Lillian pun menikmati remasan tanganku di buah dadanya.
“Nih.., Lill.., terima yaa”.
Bersama satu sodokan keras, saya dorong pinggulku kuat-kuat, sambil ke-2 tanganku memeluk tubuh Lillian bersama erat & penisku terbenam semua di dalam lubang kemaluannya & dikala bersamaan cairan maniku menyembur ke luar dgn deras di dalam lubang vagina Lillian. Badanku tehentak-hentak merasakan kenikmatan orgasme diatas tubuh Lillian, sementara cairan hangat maniku masihlah tetap memenuhi rongga vagina Lillian, tiba-tiba tubuh Lillian bergetar bersama hebat & ke-2 pahanya menjepit bersama kuat pinggul aku diikuti keluhan panjang ke luar dari mulutnya, “..aagghh.., hhm!”, dikala bersamaan Lillian pun mengalami orgasme bersama dahsyat.


Sesudah melintasi sebuah fase kenikmatan yg hebat, kami berdua terkulai lemas bersama tetap berpelukan erat satu sama lain. Dari pancaran sinar mata kami, kelihatan sebuah perasaan nikmat & puas dapat apa yg baru kami alami. Saya selanjutnya mencabut senjataku yg masihlah berlepotan & mendekatkannya ke muka Lillian. Bersama isyarat supaya dirinya menjilati senjataku sampai bersih. Dirinya serta menurut. Lidahnya yg hangat menjilati penisku sampai bersih. “Ahh..”. Bersama kepuasan yg tak ada taranya saya merebahkan diri di samping Lillian.

Saat Ini kami melihat bagaimanakah Richard sedang mempermainkan Nina, yg kelihatan badan mungilnya sudah lemas tidak berdaya dikerjain Richard, yg tampak tetap masihlah perkasa saja. Aktivitas Richard tampak sejak mulai teramat kasar, hilang telah lemah lembut yg sempat dirinya tunjukkan. Mulai Sejak kini Richard mengerjai Nina bersama amat sangat brutal & kasar. Nina memang lah dipergunakan juga sebagai objek seks-nya. Aku amat sangat takut kalau-kalau Richard menyakiti Nina, namun dipandang dari ekspressi muka & aktivitas Nina nyata-nyatanya tak tampak tanda-tanda penolakan dari pihak Nina atas apa yg dilakukan oleh Richard terhadapnya.

Richard mencabut penisnya, seterusnya dirinya duduk di sofa & menarik Nina berjongkok diantara ke-2 kakinya, kepala Nina ditariknya ke arah perutnya & memasukkan penisnya ke dalam mulut Nina sambil memegang belakang kepala Nina, ia meringankan kepala Nina bergerak ke depan ke belakang, maka penisnya terkocok di dalam mulut Nina. Nampak Nina sudah lemas & pasrah, maka cuma dapat menuruti apa yg diingini oleh Richard, perihal ini dilakukan Richard kurang lebih 5 menit lamanya.

Richard setelah itu berdiri & mengangkat Nina, sambil berdiri Richard memeluk tubuh Nina erat-erat. Nampak badan Nina terkulai lemas dalam pelukan Richard yg ketat itu. Badan Nina digendong sambil ke-2 kaki Nina melingkar kepada perut Richard & serentak Richard memasukkan penisnya ke dalam kemaluan Nina. Ini dilakukannya sambil berdiri. Tubuh Nina tampak tersentak ke atas saat penis raksasa Richard menerobos masuk ke dalam lubang kemaluannya dari mulutnya terdengar keluhan, “aagghh!”, Nina nampak seperti anak mungil dalam gendongan Richard. Kaki Nina tampak merangkul pinggang Richard, sedangkan berat badannya disanggah oleh penis Richard. Richard berikhtiar memompa sambil berdiri & sekaligus mencium Nina. Pantat Nina kelihatan merekah & tiba-tiba Richard memasukkan jarinya ke lubang pantat Nina. “Ooohh!”. Mendapat serangan yg begitu serunya dari Richard, tubuh Nina kelihatan menggeliat-geliat dalam gendongan Richard. Satu Buah pemandangan yg teramat seksi.

Kala Richard merasa raih, Nina diturunkan & Richard duduk kepada sofa. Nina diangkat & didudukan terhadap pangkuannya bersama ke-2 kaki Nina terkangkang disamping paha Richard & Richard memasukkan penisnya ke dalam lubang kemaluan Nina dari bawah. Dari tempat sebelah aku dapat menonton penis raksasa Richard memaksa masuk ke dalam lubang kemaluan Nina yg mungil & ketat itu. Vaginanya jadi teramat lebar & penis Richard menyentuh paha Nina. Ke-2 tangan Richard memegang pinggang Nina & menopang Nina memompa penis Richard dengan cara rutin, tiap-tiap kali penis Richard masuk, tampak vaginanya ikut masuk ke dalam & cairan putih terbentuk di tepi bibir vaginanya. Diwaktu penisnya ke luar, nampak vaginanya mengembang & menjepit penis Richard. Mereka jalankan posisi ini pass lama.

Selanjutnya Richard mendorong Nina tertelungkup terhadap sofa bersama pantat Nina agak menungging ke atas & ke-2 lututnya bertumpu di lantai. Richard dapat main doggy style. Ini sebenarnya ialah posisi yg paling disukai oleh Nina. Dari belakang pantat Nina, Richard menempatkan penisnya diantara belahan pantat Nina & mendorong penisnya masuk ke dalam lubang vagina Nina dari belakang dgn amat keras & dalam, seluruh penisnya amblas ke dalam vagina Nina. Jari jempol tangan kiri Richard dimasukkan ke dalam lubang pantat. Nina setengah berteriak, “aagghh!”, badannya meliuk-liuk mendapat serangan Richard yg dahsyat itu. Tubuh Nina dicoba ditarik ke depan, namun Richard tak akan melepaskan, penisnya masihlah bersarang dalam lubang kemaluan Nina & mengikuti arah tubuh Nina bergerak.

Nina memang lah dalam kondisi yg amat sangat nikmat, desahan telah beralih jadi erangan & erangan telah beralih jadi teriakan, “Ooohhmm.., aaduhh!”. Richard mencapai payudara Nina & mulai sejak meremas-remasnya. Tidak lama setelah itu tubuh Nina bergetar lagi, ke-2 tangannya mencengkeram dgn kuat kepada sofa, dari mulutnya terdengar, “Aahh.., aahh.., sshh.., sshh!”. Nina mencapai orgasme lagi, kala bersamaan Richard mendorong habis pantatnya maka pinggulnya menempel ketat terhadap bongkahan pantat Nina, penisnya terbenam semua ke dalam kemaluan Nina dari belakang. Sementara tubuh Nina bergetar-getar dalam orgasmenya, Richard sambil masihlah menekan rapat-rapat penisnya ke dalam lubang kemaluan Nina, pinggulnya menciptakan gerakan-gerakan memutar maka penisnya yg berada di dalam lubang vagina Nina ikut berputar-putar mengebor liang vagina Nina hingga ke sudut-sudutnya.

Sesudah tubuh Nina agak kalem, Richard mencabut penisnya & menjilat vagina Nina dari belakang. Vagina Nina dibersihkan oleh lidah Richard. Setelah Itu tubuh Nina dibalikkannya & direbahkan di sofa. Richard memasukkan penisnya dari atas, sekarang ini tangan Nina ikut aktif meringankan memasukkan penis Richard ke vaginanya. Kaki Nina diangkat & dilingkarkan ke pinggang Richard. Richard tetap menerus memompa vagina Nina. Tubuh Nina yg langsing tenggelam ditutupi oleh tubuh Richard, yg nampak oleh aku cuma pantat & lubang vagina yg telah diisi oleh penis Richard. Kadang-kadang tampak tangan Nina meraba & meremas pantat Richard, sekali-kali jarinya di masukkan ke dalam lubang pantat Richard. Kegiatan pantat Richard bertambah segera & ganas memompa & kelihatan penisnya yg akbar itu bersama langsung ke luar masuk di dalam lubang vagina Nina, tiba-tiba, “Ooohh.., oohh!”, bersama erangan yg pass keras & diikuti oleh badannya yg terlonjak-lonjak, Richard menekan habis pantatnya dalam-dalam, mememetin pinggul Nina ke sofa, maka penisnya terbenam habis ke dalam lubang kemaluan Nina, pantat Richard terkedut-kedut sementara penisnya menyemprotkan spermanya di dalam vagina Nina, sambil ke-2 tangannya mendekap tubuh Nina erat-erat. Dari mulut Nina terdengar nada keluhan, “Sssh.., sshh.., hhmm.., hhmm!”, menyongsong semprotan cairan panas di dalam liang vaginanya.

Sesudah berpelukan dgn erat sewaktu 5 menit, Richard seterusnya merebahkan diri diatas tubuh Nina yg tergeletak di sofa, tidak dengan melepaskan penisnya dari vagina Nina. Nina menonton ke aku & memberikan tanda bahwa yg satu ini teramat nikmat. Saya tak mampu menonton ekspresi Richard lantaran terhalang olah badan Nina. Yg terang dari sela-sela selangkangan Nina mengalir cairan mani. Selanjutnya Ninapun seperti rutinitas kami membersihkan penis Richard dgn mulutnya, itu menciptakan Richard mengelinjang keenakan. Tengah Malam itu kami pulang menjelang subuh, dgn perasaan yg tak terlupakan. Kami tetap pernah main 2 ronde lagi dgn pasangan itu.


BUNGAQQ.COM BandarQ | ADUQ | DOMINOQQ ONLINE TERPERCAYA Indonesia. Kami juga menyediakan costumer servis yang siap melayani anda selama 24 jam penuh. 

Minimal Deposit Rp 20.000
Minimal WD Rp 50.0000
Proses depo wd akan kami proses dalam waktu kurang dari 2 menit, kecuali bank yang bersangkutan sedang gangguan.

Kami juga menyediakan bonus menarik yang lain :
- BONUS CASHBACK 0.5% yang dibagikan setiap hari selasa dengan minimal Turnover 1jt
- BONUS REFERAL 20%

Kami menyediakan 6 games yang bisa dimainkan dalam 1 id
-Poker
-AduQ
-DominoQQ
-Capsa Susun
-BandarQ
-Bandar Poker

Kami juga menyediakan hadiah jackpot dengan total hadiah ratusan juta rupiah.

Kami Menyediakan 5 bank yang siap melayani anda yang diantaranya : 
BCA, MANDIRI, BNI, BRI, dan DANAMON 

Transaksi dapat dilakukan selama bank online.
Untuk info lebih lanjut silakan hubungi kami di 
BBM : 7B16CAB4
YM : qqbungaqq@yahoo.com

Untuk Pendaftaran Langsung saja klik : http://goo.gl/zXdity

0 comments:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest
image image image image SensusQQ SITUS BANDARQ ADUQ DOMINOQQ ONLINE TERPERCAYA 2017

Popular Posts

Powered by Blogger.

Copyright © BUNGAQQ | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com