Wednesday, August 24, 2016

GAIRAH IBU MERTUAKU



Perkenalkan lalu namaku Tomy. Telah satu pekan ini akau berada di hunian sendirian. Istriku, Riris, sedang ditugaskan dari kantor tempatnya bekerja utk mengikuti satu buah pelatihan yg dilaksanakan di kota lain selagi dua pekan. Tetap jelas saja saya menjadi kesepian pun rasanya. Apabila ingin tidur rasanya kok aneh serta, kok sendirian & sepi, padahal rata rata ada istri di sisiku. Benar-benar perkimpoian kami belum dikaruniai anak. Maklum baru 1 th berlangsung. Lantaran sendirian itu, & maklum sebab otak cowok, pikirannya menjadi kemana-mana.


Saya teringat sejarah yg saya alami dgn ibu mertuaku. Ibu mertuaku memang lah bukan ibu kandung istriku, lantaran ibu kandung Riris sudah wafat dunia. Ayah mertuaku setelah itu kimpoi lagi dgn ibu mertuaku yg sekarang ini ini & kebetulan tak memiliki anak. Ibu mertuaku ini umurnya kira kira 40 thn, wajahnya ayu, & tubuhnya memang sintal & padat cocok dgn perempuan idamanku. Buah dadanya akbar pas bersama pinggulnya. Begitu pun pantatnya serta bahenol banget. Saya tidak jarang melamun ibu mertuaku itu seandainya sedang telentang tentu vaginanya membusung ke atas terganjal pantatnya yg akbar itu. Hemm, sungguh menggairahkan.

Histori itu berlangsung kala tengah malam dua hri sebelum hri perkawainanku dgn Riris. Diwaktu itu saya duduk berdua di kamar keluarga sambil membicarakan persiapan perkimpoianku. Mendadak lampu mati. Dalam kegelapan itu, ibu mertuaku (ketika itu tetap calon) berdiri, aku pikir bakal mencari lilin, tapi justru ibu mertuaku memeluk & menciumi pipi & bibirku dgn lembut & mesra. Saya kaget & melongo lantaran saya tak mengira sama sekali diciumi oleh calon ibu mertuaku yg menawan itu.

Hari-hari berikutnya saya bersikap seperti biasa, begitu pula ibu mertuaku. Kepada saat-saat saya duduk berdua dgn ia, saya tidak jarang memberanikan diri memandang ibu mertuaku lama-lama, & ia kebanyakan tersenyum manis & bicara, “Apaa..?, sudah-sudah, ibu menjadi malu”.

Tetap jelas saja saya sebenarnya merindukan buat akan bermesraan dgn ibu mertuaku itu. Saya kadang-kadang sagat merasa bersalah bersama Riris istriku, & serta ayahku mertua yg baik hati. Kadang-kadang saya begitu kurang ajar melamun ibu mertuaku disetubuhi ayah mertuaku, saya bayangkan kemaluan ayah mertuaku ke luar masuk vagina ibu mertuaku, Ooh alangkah…! Namun saya senantiasa menyimpan hormat pada ayah & ibu mertuaku. Ibu mertuaku pula sayang sama kami, meski Riris merupakan anak tirinya.


Pagi-pagi hri berikutnya, saya ditelepon ibu mertuaku, minta biar sore harinya saya akan mengantarkan ibu menengok famili yg sedang berada di hunian sakit, lantaran ayah mertuaku sedang bertolak ke kota lain buat urusan business. Saya sih setuju saja. Sore harinya kami menjadi bertolak ke hunian sakit, & pulang telah sehabis maghrib. Seperti biasa saya senantiasa bersikap sopan & hormat kepada ibu mertuaku.

Dalam perjalan pulang itu, saya memberanikan diri tanya, “Bu, ngapain sih lalu ibu kok cium Tomy?”.

“Aah, anda ini kok maih diingat-ingat serta siih”, jawab ibuku sambil memandangku.

“Jelas dong buu…, Kan asyiik”, kataku menggoda.

“Naah, tambah kurang ajar thoo, Ingat Riris lho Tom…, Kelak kedengaran ayahmu pun mampu geger lho Tom”.

“Tapii, sebenarnya mengapa siih bu…, Tomy menjadi penasaran lho”.

“Aah, ini anak kok nggak ingin diem siih, Namun eeh…, anu…, Tom, sebenarnya dikala itu, saat kita jagongan itu, ibu tonton tampangmu itu kok tampan banget. Hidungmu, bibirmu, matamu yg agak kurang ajar itu kok menciptakan ibu menjadi gemes banget deeh sama anda. Oleh Sebab Itu kala lampu mati itu, entah setan dari mana, ibu menjadi pengin banget menciummu & merangkulmu. Ibu sebenarnya menjadi malu sekali. Ibu macam apa kau ini, periode tonton menantunya sendiri kok blingsatan”.

“Mungkin, setannya ya Tomy ini Bu…, Kala ini setannya itu pun deg-degan jika perhatikan ibu mertuanya. Ibu boleh yakin boleh tak, kadang-kadang bila Tomy lagi sama Riris, malah bayangin Ibu lho. Bener-bener nih. Sumpah deh. Bila Ibu sempat bayangin Tomy nggak jikalau lagi sama Bapak”, saya makin berani.

“aah nggak tahu ah…, udaah…, udaah…, kelak seandainya keterusan kan nggak baik. Hati-hati setirnya. Kelak jika nabrak-nabrak dikiranya nyetir sambil pacaran ama ibu mertuanya. Tentu ibu yg disalahin orang, Dikiranya yg sepuh niih yg ngebet”, menurutnya.

“Padahal dua-duanya ngebet lo Bu. Buu, maafin Tomy deeh. Tomy menjadi pengiin banget sama ibu lho…, Macam Mana niih, miliki Tomy sakit kejepit celana nihh”, saya semakin berani.

“Aduuh Toom, janganlah gitu dong. Ibu menjadi sulit nih. Namun tetap jelas aja Toom.., Ibu menjadi kayak orang jatuh hati sama anda.., Bila udah begini, udah naik begini, ibu menjadi pengin ngeloni anda Tom…, Tom kita serentak pulang saja yaa…, Kelak diterusin dirumah…, Kita pulang ke rumahmu saja sekarang…, Toh lagi kosong khan…, Tetapi Tom menggir sebentar Tom, ibu kepingin cium anda di sini”, kata ibu dgn nada bergetar.

ooh saya menjadi berdebar-debar sekali. Bisa Saja terpengaruh pun dikarenakan saya telah satu pekan tak bersetubuh dgn istriku. Saya menjadi nafsu banget. Saya minggir di lokasi yg agak gelap. Sebenarnya kaca mobilku pun telah gelap, maka tak takut diketahui orang. Saya & ibu mertuaku berangkulan, berciuman dgn lembut penuh kerinduan. Memang, sampai kini kami saling merindukan.

“eehhm…, Toom ibu kangen banget Toom”, bisik ibu mertuaku.

“Tomy pula buu”, bisikku.

“Toom…, udah dahulu Tom…, eehmm udah dulu”, napas kami memburu.

“Ayo jalan lagi…, Hati-hati yaa”, kata ibu mertuaku.

“Buu penisku kejepit niih…, Sakit”, kataku.

“iich anak nakal”, Pahaku dicubitnya.

“Okey…, buka lalu ritsluitingnya”, menurutnya.

Cepat-cepat saya buka celanaku, saya turuni celana dalamku. Woo, segera berdiri tegang banget. Tangan kiri ibu, saya tuntun utk memegang penisku.


“Aduuh Toom. Agung banget pelirmu…, Agar ibu pegangin, Ayo jalan. Hati-hati setirnya”.

Saya masukkan persneling satu, & mobil melaju pulang. Penisku dipegangi ibu mertuaku, jempolnya mengelus-elus kepala penisku bersama lembut. Aduuh, gelii… nikmat sekali. Mobil berlangsung slow, kami berdiam diri, namun tangan ibu tetap memijat & mengelus-elus penisku bersama lembut.

Hingga di rumahku, saya turun terhubung pintu, & segera masuk garasi. Garasi saya tutup kembali. Kami bergandengan tangan masuk ke ruangan tamu. Kami duduk di sofa & berpandangan dgn penuh kerinduan. Suasana demikian hening & romantis, kami berpelukan lagi, berciuman lagi, semakin menggelora. Kami tumpahkan kerinduan kami. Saya ciumi ibu mertuaku bersama penuh nafsu. Saya rogoh buah dadanya yg senantiasa saya bayangkan, aduuh memang lah agung & lembut.

“Buu, Tomy kangen banget buu…, Tomy kangen banget”.

“Aduuh Toom, ibu juga…, Peluklah ibu Tom, peluklah ibu” nafasnya makin memburu.

Matanya terpejam, saya ciumi matanya, pipinya, saya lumat bibirnya, & lidahku saya masukkan ke mulutnya. Ibu agak kaget & mengakses matanya. Selanjutnya dgn segera lidahku disedotnya bersama penuh nafsu.

“Eehhmm.., Tom, ibu belum sempat ciuman seperti ini…, Lagi Tom masukkan lidahmu ke mulut ibu”

Ibu mendorongku pelan, memandangku dgn mesra. Dirangkulnya lagi diriku & berbisik, “Tom, bawalah Ibu ke kamar…, Enakan di kamar, jangan sampai disini”.

Bersama berangkulan kami masuk ke kamar tengah yg kosong. Saya merasa tak enak di lokasi tidur kami. Saya merasa tak enak dgn Riris jika kami menggunakan lokasi tidur di kamar kami.

“Bu kita gunakan kamar tengah saja yaa”.

“Okey, Tom. Saya serta nggak enak gunakan kamar tidurmu. Lebih bebas di kamar ini”, kata ibu mertuaku penuh pengertian. Saya remas pantatnya yg bahenol.

“iich.., basic anak nakal”, ibu mertuaku merengut manja.

Kami duduk di ruang tidur, sambil beciuman saya buka baju ibu mertuaku. Saya sungguh terpesona dgn kulit ibuku yg putih bersih & mulus dgn buah dadanya yg akbar menggantung indah. Ibu saya rebahkan di ruangan tidur. Celana dalamnya saya pelorotkan & saya pelorotkan dari kakinya yg indah. Sekali lagi saya kagum menyaksikan vagina ibu mertuaku yg tebal bersama bulunya yg tebal keriting. Seperti saya melamun sewaktu ini, vagina ibu mertuaku benar menonjol ke atas terganjal pantatnya yg akbar. Saya tak tahan lagi memandang keindahan ibu mertuaku telentang di depanku. Saya buka pakaianku & penisku telah memang lah tegak sempurna. Ibu mertuaku memandangku bersama tidak dengan berkedip. Kami saling merindukan kebersamaan ini. Saya berbaring miring disamping ibu mertuaku. Saya ciumi, kuraba, kuelus semuanya, dari bibirnya hingga pahanya yg mulus.

Saya remas lembut buah dadanya, kuelus perutnya, vaginanya, klitorisnya saya main-mainkan. Liangnya vaginanya telah basah. Jariku saya basahi dgn cairan vagina ibu mertuaku, & saya usapkan lembut di clitorisnya. Ibu menggelinjang keenakan & mendesis-desis. Sementara peliku dipegang ibu & dielus-elusnya. Kerinduan kami sejauh ini telah mendesak utk ditumpahkan & dituntaskan tengah malam ini. Ibu menggeliat-geliat, meremas-remas kepalaku & rambutku, mengelus punggungku, pantatku, & hasilnya memegang penisku yg telah siap tersedia masuk ke liang vagina ibu mertuaku.

“Buu, saya kaangen banget buu…, Tomyy kanget banget…, Tomy anak nakal buu..”, bisikku.

“Toom…, ibu pun. sshh…, masukin Toom…, masukin sekarang…, Ibu telah pengiin banget Toom, Toomm…”, bisik ibuku tersengal-sengal. Saya naik ke atas ibu mertuaku bertelakn kepada siku & lututku.

Tangan kananku mengelus wajahnya, pipinya, hidungnya & bibir ibu mertuaku. Kami berpandangan. Berpandangan amat mesra. Penisku dituntunnya masuk ke liang vaginanya yg telah basah. Ditempelkannya & digesek-gesekan di bibir vaginanya, di clitorisnya. Tangan kirinya memegang pantatku, menekan turun sedikit & melepaskan tekanannya berikan komando penisku.


Kaki ibu mertuaku dikangkangnya lebar-lebar, & saya telah tak sabar lagi utk masuk ke vagina ibu mertuaku. Kepala penisku mulai sejak masuk, semakin dalam, semakin dalam & hasilnya masuk semuanya hingga ke pangkalnya. Saya sejak mulai turun naik dgn rutin, ke luar masuk, ke luar masuk dalam vagina yg basah & licin. Aduuh enaak, enaak sekali.

“Masukkan separo saja Tom. Keluar-masukkan kepalanya yg akbar ini…, Aduuh garis kepalanya enaak sekali”.

Nafsu kami makin menggelora. Saya makin langsung, makin memompa penisku ke vagina ibu mertuaku. “Buu, Tomy masuk seluruhnya, masuk seluruhnya buu”

“Iyaa Toom, enaak banget. Pelirmu ngganjel banget. Agung banget rasane. Ibu marem banget” kami mendesis-desis, menggeliat-geliat, melenguh penuh kenikmatan. Sementara itu kakinya yg tadi mengangkang sekarang ini dirapatkan.

Aduuh, vaginanya tebal banget. Saya paling tak tahan lagi jika telah begini. Saya makin ngotot menyetubuhi ibu mertuaku, mencoblos vagina ibu mertuaku yg licin, yg tebal, yg sempit (sebab telah kontraksi ingin puncak). Bunyinya kecepak-kecepok menciptakan saya makin bernafsu. Aduuh, saya telah tak tahan lagi.

“Buu Tomy ingin keluaar buu…, Aduuh buu.., enaak bangeet”.

“ssh…, hiiya Toom, keluariin Toom, keluarin”.

“Ibu serta ingin muncaak, ingin muncaak…, Toomm, Tomm, Teruss Toomm”, Kami berpagutan kuat-kuat. Napas kami mandek. Penisku saya tekan kuat-kuat ke dalam vagina ibu mertuaku.

Pangkal penisku berdenyut-denyut. menyemprotlah telah spermaku ke vagina ibu mertuaku. Kami bersama-sama menikmati puncak persetubuhan kami. Kerinduan, ketegangan kami tumpah telah. Rasanya lemas sekali. Napas yg tadi nyaris terputus makin menurun.

Saya angkat badanku. Dapat saya cabut penisku yg telah menancap dari dalam liang vaginanya, tapi ditahan ibu mertuaku.

“Biar di dalam lalu Toom…, Ayo miring, anda berat sekali. Anda nekad saja…, masa’ orang ditindih sekuatnya”, tuturnya sambil memencet hidungku. Kami miring, berhadapan, Ibu mertuaku memencet hidungku lagi, “Dasar anak kurang ajar…, Berani sama ibunya.., Periode ibunya dinaikin, Tetapi Toom…, ibu nikmat banget, ‘marem’ banget. Ibu belum sempat merasakan seperti ini”.

“Buu, Tomy serta buu. Barangkali dikarenakan curian ini ya buu, bukan miliknya…, Punyai bapaknya kok dikonsumsi. Ibu pun, punyai anakya kok ya dikonsumsi, diminum”, kataku menggodanya.

“Huush, basic anak nakal.., Ayo dilepas Toom.., Aduuh berantakan niih Spermamu terhadap tumpah di sprei, Keringatmu pula basahi tetek ibu niih”.

“Buu, tengah malam ini ibu nggak usah pulang. Saya pengin dikelonin ibu tengah malam ini. Saya pengin diteteki hingga pagi”, kataku.

“Ooh janganlah cah bagus…, jika dituruti Ibu pun penginnya demikian. Tetapi tak boleh demikian. Jika didapati orang dapat geger deeh”, jawab ibuku.

“Tapi buu, Tomy rasanya emoh pisah sama ibu”.

“Hiyya, ibu tahu, tetapi kita mesti gunakan otak dong. Toh, ibu tidak ingin kabur.., justru jikalau kita tak hati-hati, semuanya dapat bubar deh”.

Kami saling berpegangan tangan, berpandangan dgn mesra, berciuman lagi penuh kelembutan. Tak Ada kata-kata yg ke luar, tak bisa diwujudkan dalam kata-kata. Kami saling mengasihi, antara ibu & anak, antara satu orang laki-laki & satu orang perempuan, kami tulus mengasihi satu sama lain.

Tengah Malam itu kami mandi dgn, saling menyabuni, menggosok, meraba & membelai. Penisku dicuci oleh ibu mertuaku, hingga tegak lagi.

“Sudaah, sudaah, jangan sampai nekad saja. Ayo kelak keburu malam”.

Tengah Malam itu sungguh amat berkesan dalam hidupku. Hari-hari kemudian terjadi normal seperti umumnya. Kami saling menjaga diri. Kami menumpahkan kerinduan kami cuma jika memang lah aman. Namun kami tidak sedikit peluang utk sekedar berciuman & membelai. Kadang-kadang dgn berpandangan mata saja kami telah menyalurkan kerinduan kami. Kami makin sabar, semakain dewasa dalam menjaga jalinan cinta-kasih kami.


BUNGAQQ.COM BandarQ | ADUQ | DOMINOQQ ONLINE TERPERCAYA Indonesia. Kami juga menyediakan costumer servis yang siap melayani anda selama 24 jam penuh. 

Minimal Deposit Rp 20.000
Minimal WD Rp 50.0000
Proses depo wd akan kami proses dalam waktu kurang dari 2 menit, kecuali bank yang bersangkutan sedang gangguan.

Kami juga menyediakan bonus menarik yang lain :
- BONUS CASHBACK 0.5% yang dibagikan setiap hari selasa dengan minimal Turnover 1jt
- BONUS REFERAL 20%

Kami menyediakan 6 games yang bisa dimainkan dalam 1 id
-Poker
-AduQ
-DominoQQ
-Capsa Susun
-BandarQ
-Bandar Poker

Kami juga menyediakan hadiah jackpot dengan total hadiah ratusan juta rupiah.

Kami Menyediakan 5 bank yang siap melayani anda yang diantaranya : 
BCA, MANDIRI, BNI, BRI, dan DANAMON 

Transaksi dapat dilakukan selama bank online.
Untuk info lebih lanjut silakan hubungi kami di 
BBM : 7B16CAB4
YM : qqbungaqq@yahoo.com

Untuk Pendaftaran Langsung saja klik : http://goo.gl/dSOKDX

0 comments:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest
image image image image SensusQQ SITUS BANDARQ ADUQ DOMINOQQ ONLINE TERPERCAYA 2017

Popular Posts

Powered by Blogger.

Copyright © BUNGAQQ | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com