Saturday, August 13, 2016

SUAMI ISTRI SEDARAH


Pengalaman nyata ini berjalan lebih kurang 19 th yg dulu. Panggil saja saya Wita (nama samaran). Kala itu usiaku 24 th & telah memiliki 2 anak yg masihlah balita. Utk isi kala saya bekerja yang merupakan salah satu manager kepada perusahaan yg berkantor di kawasan Kebayoran Baru. Tidak Sedikit orang menyampaikan diriku menawan. Dgn tinggi tubuh 161 centi meter, berat tubuh 48 kg saya masihlah nampak seperti perawan remaja.


Sejak masihlah remaja nafsu seksku benar-benar tinggi. Keperawananku sudah direnggut oleh satu orang laki laki mantan doi pertamaku, ketika saya berumur 17 th. Semasa pacaran bersama suamiku yg saat ini, sebut saja namanya Zali, kami berdua sudah tidak jarang jalankan jalinan sex. Untungnya jalinan sex yg lumayan kami berdua melaksanakan sebelum menikah itu tak hingga menghasilkan hasil. Saya bersyukur meskipun Zali meraih diriku yg telah tak gadis lagi, dia konsisten bertanggung jawab menikahiku.

Kecintaan suami kepada ke-2 orang tuanya, menyebabkan kami sekeluarga tinggal di hunian mertua. Di hunian mertua pula masihlah tinggal empat orang adik ipar, di mana dua diantaranya merupakan adik ipar cowok yg telah dewasa. Tugas yg digeluti suami, menyebabkan suamiku tidak jarang lakukan pekerjaan Instansi keluar kota.

Satu Buah hri, lebih kurang bln Mei, suamiku mendapat pekerjaan ke daerah utk jangka disaat dua bln. Sekian Banyak hri sebelum keberangkatannya, tidak dengan diduga dirinya tanya kepadaku, “Mam, kalau Papa bertolak buat diwaktu yg pass lama, apakah Mama tahan nggak ngeseks?”
Saya terperanjat mendengar pertanyaan suamiku itu, “Nggak lah Pap..”
Tapi suamiku terus mendesakku, & seterusnya berbicara, “Papa nggak keberatan kok bila Mama ingin selingkuh bersama cowok lain, asalkan Mama ingin & laki-laki itu sehat, Papa mengenalnya & Mama jujur.”
Saya menjawab, “Mana bisa saja lah Pap, siapa sih yg ingin sama saya.”

Seterusnya suamiku menawari sekian banyak nama antara lain bosku, kawan-kawan prianya & terakhir salah satu adik kandungnya (sebut saja namanya Ary, usianya lebih jejaka satu thn dariku). Biarpun saya cobalah mengelak utk menjawabnya, nyatanya suamiku masihlah merayuku buat berselingkuh bersama cowok lain. Terhadap hasilnya dia menawari saya buat berselingkuh dgn Ary. Konsisten jelas, Ary memang lah adik iparku yg paling rupawan bahkan lebih tampan dari suamiku. Terkecuali itu, Ary tidak jarang membantuku & dekat dgn ke-2 anakku. Perasaanku agak berdebar mendengar penawaran ini & ketika itu pikiranku tergoda & mengkhayal jikalau faktor ini memang berjalan.


Setelah Itu saya coba mencari tahu argumen suami menawari adiknya, Ary, sbg pasangan selingkuhku. Tidak Dengan kuduga & bak halilintar ditengah hri bolong, suamiku bercerita bahwa diawal mulanya tidak dengan sepengetahuanku dirinya sempat berselingkuh bersama adik kandungku yg berumur 19 th dikala adikku tinggal dgn kami di kota M. Pernyatan suamiku itu memunculkan kemarahanku. Kuberondong suamiku bersama sekian banyak pertanyaan, mengapa tega berbuat itu & apa alasannya. Bersama memohon maaf & memohon pengertianku, suamiku memberikan argumen bahwa faktor itu dilakukan tidak hanya sebab lupa diri, pun sebenarnya buat menebus kekecewaannya sebab tak memperoleh perawanku kepada tengah malam pengantin.

Saya cobalah menyikapi alasannya, “Kenapa Papa lalu ingin menikahiku..” Suamiku cuma menjawab bahwa dirinya memang lah mencintaiku. Mendengar argumen tersebut, saya terdiam & bakal menerima bukti itu, walaupun yg agak kusesalkan mengapa dia melakukan bersama adik kandungku. Setelah Itu suamiku berbicara, “Itulah Mam kenapa Papa menawari Ary sbg sahabat selingkuh Mama, tidak lain juga sebagai penebus kesalahan Papa & pun biar score jadi 1-1,” sambil dirinya memeluk & menciumiku dgn penuh kasih sayang.

Saya coba merenung, & dalam benakku muncul niat buat melakukannya. Mula-mula, terang saya menuruti angan-angan suami. Ke-2, mengapa peluang itu mesti kusia-siakan, lantaran tidak hanya ada ijin dari suami, pun dapat ada laki-laki lain yg isi kesepianku, apalagi bisa memenuhi keperluan seksku yg senantiasa menggebu-gebu & amat tinggi. Pernah kubayangkan wajah Ary yg sampai kini kuketahui masihlah perjaka. Ketampanannya yg ditunjang oleh fisiknya yg tegap & ganteng. Kubayangkan pastinya bakal amat membahagiakan diriku. Bermodalkan khayalan ini kuberanikan bicara terhadap suamiku, “Boleh aja Pap, asal Ary ingin..” Mendengar perkataanku tersebut, suamiku cepat memelukku & hasilnya kami berdua menyambung permainan sex yg amat sangat memuaskan.

Sehari sesudah suamiku pergi keluar kota, saya mulai sejak berpikir mencari taktik bagaimanakah jelang Ary. Terkecuali memancing perhatian Ary di hunian, kutemukan jalan ke luar yakni minta tolong dijemput pulang dari kantor. Saat kerja di kantorku dibagi dalam dua shift, adalah shift pagi (08 : 00 – 14 : 30) & shift siang (14 : 30 – 21 : 00). Jurusan pengantaran senantiasa berganti-ganti, karenanya apabila saya mendapat giliran terakhir, tentu hingga hunian agak terlambat. Aspek ini saya keluhkan terhadap ke-2 mertuaku.

Mendengar keluhanku ini, ke-2 mertuaku menyarankan biar tiap-tiap kali pulang dari Instansi siang, tak butuh ikut mobil antaran, kelak Ary yg bakal disuruh menjemputku. Hatiku demikian gembira mendengar saran ini, lantaran inilah yg kutunggu-tunggu buat lebih dekat kepada Ary. Hingga ke-2 kali Ary datang menjemputku bersama motornya, sikapnya padaku masihlah biasa-biasa saja, meskipun dalam perjalanan pulang diatas motor, kupeluk erat-erat pinggangnya & sekali-kali sengaja kusentuh penisnya.

Satu Buah hri, pembantu hunian tanggaku terserang penyakit. Lantaran saya Instansi siang, mertuaku menyuruhku membawanya ke hunian sakit dgn Ary. Sambil menunggu giliran pembantuku dipanggil dokter, saya & Ary mengobrol. Dalam obrolan itu, Ary menanyakan beberapa perihal antara lain berapa lama suamiku Lembaga diluar kota, & apa saya tak kesepian ditinggal lumayan lama. Pertanyaan terakhir ini pass mengejutkan diriku, & tanya sendiri dalam hati apa maksudnya. Tidak Dengan sungkan saya memberanikan diri menjawab buat memancing reaksinya. “Yakh telah pasti kesepian donk Republik Indonesia, lebih-lebih jikalau lama tak disiram-siram.” sambil saya tersenyum genit. Entah memang lah lugu atau berpura-pura, Ary menanggapinya, “Apanya yg disiram-siram..” Kujawab saja, “Masa sih nggak ngerti, ibarat pohon apabila lama nggak disiram dapat layu kan..” Ary cuma terdiam & tak tidak sedikit komentar, tapi saya percaya bahwa Ary pastinya mengerti apa yg kuisyaratkan kepadanya.

Selesai urusan pembantuku, kami seluruhnya kembali ke hunian. Seperti biasa jam 14 : 00 saya telah dijemput kendaraan kantor. Lebih Kurang jam 16 : 00 saya menerima telephone dari Ary. Tidak Hanya mengemukakan bakal menjemputku pulang, dirinya pula menyinggung kembali kata-kataku mengenai ‘siram menyiram’. Kukatakan padanya, “Coba aja terjemahkan sendiri..” Sambil tertawa di telpon, Ary berbicara, “Iya deh kelak Ary yg siram..”



Serasi jam 21 : 00, Ary telah datang menjemputku dgn motornya. Dalam perjalanan, kutempelkan tubuhku erat-erat bersama melingkarkan tanganku di pinggangnya. Saya coba memancing reaksi Ary dgn menyentuhkan jari-jari tanganku ke penisnya. Kurasakan penisnya jadi keras. Disaat berada di depan Taman Ria Remaja Senayan, Ary membelokan motornya masuk. Saya sedikit kaget, & cobalah tanya, “Ri, kok mogok di sini sih..?” Ary menjawab, “Nggak apa-apa kan, sekali-kali mampir cuci pemandangan, sekalian ngobrol lagi soal siram-siraman.” Saya mengangguk & menjawab, “Iya boleh pun Republik Indonesia..”

Sesudah parkir motor, tidak dengan sungkan, Ary mengajak pinggangku sambil terjadi, & saya tidak merasa risih mendapat perlakuan ini. Sesudah berakhir sebentar membeli dua cup coca cola & popcorn, sambil bergandengan saya dipindah Ary ke ruangan yg agak gelap & sepi. Dalam perjalanan, kulihat sekian banyak pasangan yg sedang asyik masyuk bercinta, yg mebuat nafsu seksku naik.

Sesudah mendapat ruangan yg strategis, tak ada orang di kiri kanan, kami berdua duduk bersebelahan bersama rapat. Selanjutnya Ary mengakses pembicaraan dgn kembali mengulangi pertanyaannya. “Berapa lama Mas Zali pekerjaan diluar kota.?”

Kujawab, “Yah.. tuturnya sih dua bulanan, benar-benar mengapa Republik Indonesia?
“Apa Wita nggak bakal kesepian demikian pass lama ditinggal Mas Zali?” kata Ary.
“Yah pastinya normal dong kesepian, terlebih nggak disiram-siram.” kuulangi jawaban yg sama sambil kupandang wajah Ary bersama ekspresi menggoda.

Tiba-tiba Ary meletakkan tangannya di pundakku & dgn beraninya menarik wajahku. Seterusnya beliau mencium pipi & melumat bibirku bersama penuh nafsu. Diriku seperti terbang, kulayani lumatan bibirnya dgn penuh nafsu pun. Sambil berciuman, dgn lirih Ary tanya, “Oh Wita teramat jelita, boleh nggak Ary isi kesepian Wita?”
Yang Merupakan jawaban kubisikkan di telinganya, “Oh.. Republik Indonesia, boleh saja, Wita memang lah kesepian & perlu orang yg bakal memuaskan..”

Sambil berciuman, tangan Ary terhubung kancing bajuku & memasukkan tangannya di balik kutangku sambil meremas-remas buah dadaku & memilin-milin puting susuku. Tubuhku menggelinjang menahan rangsangan tangannya. Selanjutnya tangannya konsisten turun ke bawah, dari balik rokku & celana dalamku yg telah basah, dirinya memasukkan jari-jari tangannya mempermainkan klitorisku. Nafsuku makin naik, bersama lirih saya mengerang, “Oh.. oh Republik Indonesia, aduh Ary pinter sekali.. oh.. puaskan Wita Republik Indonesia.. Oh..” Bersama semangat Ary mempermainkan vaginaku sambil kadang-kadang beliau melumat bibirku. Tubuhku terasa terbang menikmati permainan jari-jari tangannya di vaginaku. Kurasakan satu & hasilnya dua jari Ary masuk ke dalam lubang vaginaku. “Oh.. Republik Indonesia.. aduh.. enaknya Republik Indonesia.. oh konsisten Republik Indonesia..” saya mengerang menahan kenikmatan. Mendengar eranganku, ke-2 jari tangan Ary semakin mengocok lubang vaginaku dgn aktivitas yg amat sangat merangsang.


& hasilnya, sekian banyak menit selanjutnya sebab tidak tahan, saya mencapai orgasme. “Oh Republik Indonesia, aagh.. Wita ke luar Republik Indonesia..” Kujilati semua permukaan wajah Ary & kulumat bibirnya bersama nafsuku yg masihlah tinggi. Ary masihlah masihlah memainkan ke-2 jarinya di dalam vaginaku. Demikian hebatnya permainan ke-2 jari tangan Ary yg menyentuh daerah-daerah sensitif di dalam lubang vaginaku, membuatku orgasme hingga tiga kali.

Kayaknya Ary demikian bernafsu & waktu itu dia mengajakku bersetubuh.
“Wita.. boleh nggak Ary masukkan lontong Ary ke dalam apem Wita?”
Meski saya sebenarnya pun menginginkannya, tetapi saya khawatir & sadar dapat bahaya jika diketahui satpam Taman Ria. Kujawab saja, “Jangan di sini Republik Indonesia, bahaya jikalau didapati satpam, kelak di hunian saja ya Yg..”
“Benar nih janganlah bohong ya.. & macam mana caranya?” bertanya Ary.
Kujawab saja, “Nanti kamar nggak dikunci, masuk aja Republik Indonesia, yg utama janganlah diketahui orang hunian.”

Hasilnya Ary setuju bersama tawaranku itu. Mengingat disaat telah menunjukkan jam 22 : 10 kami berdua sepakat pulang. Sebelum meninggalkan ruang, sambil berdiri kami berdua berpelukan erat, saling melumat bibir & lidah. Sambil bergandengan mesra, tidak dengan khawatir apabila ada orang yg kenal melihatnya, kami berdua berlangsung menuju parkir motor. Dalam perjalanan pulang, kupeluk erat badan Ary, sambil jari-jari tangan kananku membelai & meremas-remas lontongnya dari balik celananya. Sesampainya di hunian, selesai mandi kukenakan daster tidurku tidak dengan celana dalam, & kusemprotkan parfum di tubuhku, siap menanti cowok yg bakal isikan kepentingan seksku. Kulihat ke-2 anakku telah tidur pulas. Selanjutnya kira-kira jam 23 : 30 kumatikan lampu kamar & kurebahkan tubuhku di lokasi tidur terpisah dari lokasi tidur anak-anakku. Sambil tidur-tidur ayam, kunantikan Ary masuk ke kamarku. Kira Kira jam 01 : 00, kulihat pintu kamar yg sengaja tak kukunci dengan cara perlahan di buka orang. Kulihat Ary dgn sarung masuk. Sesudah beliau menutup kembali pintu kamar & menguncinya, dirinya menuju ruang tidurku & segera menindih tubuhku & menciumi wajah juga bibirku. Sambil menciumiku, tangannya menggerayangi vaginaku. Ary berbicara, “Wah telah siap nih ya.. nggak gunakan celana dalam..” Tidak berapa lama Ary mengangkat dasterku & mempermainkan klitorisku & sesekali memasukkan jarinya ke lubang vaginaku, membuatku melayang & vaginaku segera banjir.



Nyatanya Ary pula telah siap dgn tak menggunakan celana dalam. Digesek-gesekannya lontongnya yg telah mengeras di pahaku sambil jari-jari tangannya mempermainkan vaginaku. Kubalas kegiatan Ary bersama meremas-remas & mengocok lontongnya. Nafsuku makin naik, demikian pula Ary sebab nafasnya terdengar makin memburu. Sambil tersengal-sengal, beliau melenguh, “Oh.. oh.. Wita.. Ary telah nafsu.. Wita haus kan.. Ary masukkan ya..” Saya juga telah tak tahan, “Oh Republik Indonesia.. masukkan serta-merta lontongnya.. Wita telah nggak tahan.. Ohh Republik Indonesia..”

Selanjutnya, “Slep..” kurasakan lontong Ary yg lebih gede & panjang di bandingkan lontong suamiku itu masuk bersama enteng masuk ke dalam lubang vaginaku yg telah memang lah basah itu. Kurasakan lontongnya hingga menyentuh dinding vaginaku yg terdalam. “Oh.. Republik Indonesia.. aduh enaknya Republik Indonesia.. oh besar Republik Indonesia..” saya merintih, sambil kupeluk erat badan Ary. Kudengar pun rintihan Ary sambil menurun-naikkan lontongnya di dalam vaginaku. “Oh.. oh.. agh.. Wita, enak sekali apem Wita.. oh.. aagh..” Dari kiat permainannya, saya merasakan Ary belum berpengalaman dalam factor sex & sepertinya baru perdana kali dia berbuat begini. Kemungkinan dikarenakan demikian nafsunya kami berdua kurang lebih 10 menit menikmati hujaman lontong Ary, saya telah ingin mencapai orgasme. “Oh.. agh.. aduh Republik Indonesia.. cepatkan tusukannya Republik Indonesia.. Wita ingin ke luar.. oh…aagh..” Kurasakan Ary pula telah ingin orgasme. “Oh.. agh.. Mbak, Ary pula ingin ke luar.. oh.. aaaghh..” Tidak lama selanjutnya, berbarengan dgn keluarnya spermaku, kurasakan semburan sperma yg ke luar dari penis Ary yg masihlah perjaka, keras & berkali-kali memenuhi lubang vaginaku.

Kami berdua berpelukan erat merasakan kenikmatan yg ga ada taranya ini. Kubisikkan di telinga Ary, “Terima kasih Republik Indonesia, Mbak puas sekali..” Ary pula berbisik, “Aduh Wita, baru perdana kali ini Ary rasakan enaknya apem.. Wita puas kan..” imbuhnya.

Setelah Itu, Ary mencabut lontongnya dari dalam lubang vaginaku. Saya mengusahakan menahannya sebab saya mau nambah lagi. Ary berbisik, “Besok-besok aja lagi, saat ini Ary mesti ke luar.. takut ada orang yg bangun..” Sesudah mengecup kening & pipiku, Ary permisi ke luar. Kubisikkan di telinganya, “Hati-hati ya Republik Indonesia.. jangan didapati orang lain..” Walau belum demikian puas, namun hatiku bahagia bahwa Ary bakal isikan kesepian & memenuhi keperluan seksku sewaktu suami di luar kota. Dalam hati saya serta mengucapkan terima kasih terhadap suamiku atas ijinnya & pilihannya yg sesuai.

Sesudah kejadian mula-mula ini, pertalian seksku bersama adik suamiku ini konsisten berlanjut. Tapi Sayang aspek ini kami berdua melakukan di hunian, dikarenakan dikala itu memang lah tak sempat terpikir buat main-main di luar contohnya di Motel. Saking puasnya menikmati permainan sex dari Ary, saya lupa bakal jadwal kalender KB yg sampai kini kugunakan. Sedangkan tiap-tiap kali Ary menyetubuhiku, spermanya senantiasa ditumpahkan di dalam vaginaku. Saya sendiri benar-benar tak berharap sperma Ary ditumpahkan diluar, lantaran justru merasakan semburan & kehangatan sperma Ary di dalam vaginaku, yakni sebuah kenikmatan yg luar biasa. Akibatnya sesudah sekian banyak kali jalankan interaksi, saya pernah terlambat 6 hri datang bln (mens). Aspek ini kuceritakan pada Ary, diwaktu kami mengobrol berdua di paviliun. Khawatir memang hamil, kuminta Ary mengantarku ke dokter utk memeriksakannya. Terhadap mulanya Ary tak setuju, & mau mempertahankan kehamilanku. Saya tak setuju & masihlah mau menggugurkannya.

Keesokan paginya bersama diantar Ary, saya memeriksakan diri ke satu buah hunian sakit bidang kandungan. Nyata-nyatanya hasil sensor tak mampu ke luar hri itu pun, & mesti menunggu tiga hri. Hingga dua hri sesudah sensor dokter, nyata-nyatanya mens-ku tetap belum datang. Saya tak sabar & khawatir apabila nyata-nyatanya saya memang hamil. Elemen ini kuutarakan terhadap Ary & kuminta dirinya mempermudah membelikan satu botol bir hitam untukku. Keesokan harinya, Ary menyerahkan bir hitam itu kepadaku, & malamnya kuminum. Tiga hri sesudah minum bir hitam tersebut, mens-ku datang.



Sesudah mens-ku selesai lebih kurang 7 hri, saya & Ary menyambung lagi interaksi sex seperti kebanyakan. Praktis selagi dua bln ada 18 kali saya & Ary sukses jalankan pertalian sex yg memuaskan bersama aman tidak dengan didapati keluarga di hunian. Kemauan utk melakukannya tiap-tiap hri susah terlaksana, mengingat situasi hunian yg tak mengizinkan. Dari sekian kali jalinan seksku bersama Ary, seingatku ada tiga kali yg memang lah teramat memuaskan diriku. Tidak Hanya kejadian yg perdana kali, interaksi seksku dgn Ary yg amat sangat memuaskan yaitu selagi kami berdua laksanakan di sebuah siang hri & waktu tengah malam takbiran. Kejadian di siang hri itu, yakni diwaktu saya selesai mandi & bersiap-siap berhias diri ingin berangkat ke kantor. Kala itu ke-2 mertuaku & adik-adik iparku yg lain sedang tak ada di hunian. Yg ada cuma Ary, yg kebetulan telah pulang dari kantornya, dikarenakan hri Jumat. Ke-2 anakku asyik main dgn pengasuhnya.

Tidak Dengan sepengetahuanku, kala saya memanfaatkan make-up, tiba-tiba Ary masuk kamarku yg tak terkunci. Sesudah menutup pintu kembali & menguncinya, dari belakang beliau memelukku, melepaskan handuk yg membungkus tubuhku, maka saya dalam posisi telanjang bulat. Diciumnya pundak belakangku, sambil tangannya memainkan ke-2 payudaraku, & turun mempermainkan vaginaku. Akibatnya, saya tidak tahan & vaginaku serta-merta basah. Cepat kubalikkan tubuhku & kupeluk pula kulumat bibir Ary dgn penuh nafsu. Selanjutnya kubuka reitsleting celananya & kutanggalkan celana panjang & celana dalamnya. Seterusnya saya jongkok di hadapannya, sambil meremas, menjilati, & mengulum lontongnya dalam mulutku.

Sesudah kurasakan lontongnya makin keras, kudorong badan Ary duduk di pinggir ruang tidur. Selanjutnya saya berdiri membelakanginya, & setengah jongkok kupegang & kuarahkan lontongnya masuk ke dalam lubang kewanitaanku yg telah basah itu. Kuturun-naikkan & kuputar pinggulku buat merasakan nikmatnya lontong Ary yg sudah masuk semua dalam lubang vaginaku. Sambil bergoyang itu, saya merintih & berdesah, “Oooh.. aaaghh..” Ary tak akan ketinggalan, beliau mempermudah menurun-naikkan pinggulku & kadang-kadang meremas-remas ke-2 buah dadaku. Kurang lebih tiga menit bersama posisi ini, terasa saya telah ingin orgasme. Kupercepat kegiatan turun naik & goyangan pinggulku, & waktu itu Ary merintih, “Oh.. oh.. Wita, Ary ingin ke luar.. oh..”

Hasilnya berbarengan bersama keluarnya spermaku, kurasakan lontong Ary menyemprotkan spermanya bersama keras memenuhi lubang vaginaku. Tubuhku terasa terbang merasakan semprotan yg hangat & nikmat itu. Seterusnya kukeluarkan lontong Ary dari lubang vaginaku. Kulihat tetap pass keras. Dgn penuh nafsu kujilati, kuhisap lontong Ary yg tetap basah diselimuti campuran sperma kami berdua.



Tidak berapa lama selanjutnya lontong Ary kembali keras. Seterusnya kuminta Ary menyetubuhiku dari belakang. Dgn menopangkan ke-2 tanganku diatas meja hias & posisi menungging, kusuruh Ary memasukkan lontongnya ke dalam lubang vaginaku dari belakang. Betapa nikmatnya kurasakan lontong Ary menghunjam masuk ke dalam lubang vaginaku, setelah itu sambil meremas-remas ke-2 buah dadaku, Ary mempercepat tusukan lontongnya. Dari cermin yg berada di hadapanku, kulihat kegiatan & ekspresi wajah Ary yg sedang mempermainkan lontongnya di dalam lubang vaginaku. Situasi ini menambah naiknya birahiku. Kurang lebih tiga menit merasakan tusukan-tusukan lontongnya, saya tidak tahan mau orgasme lagi. Saya merintih, “Aduh.. oh.. agh.. Republik Indonesia, tembus Republik Indonesia.. aagh.. Wita ingin ke luar lagi, cepatkan Republik Indonesia.. oh.. aaghhh..” Nyata-nyatanya Ary juga ingin ke luar. Dia serta merintih, “Oh.. augh.. Wita, Ary pun ingin ke luar.. aduh.. Wita.. bareng ya.. oh..” Sekian Banyak disaat setelah itu, dengan cara bersamaan saya & Ary mencapai orgasme. Kurasakan kembali semprotan sperma Ary yg hangat & nikmat lubang vaginaku.

Sesudah itu, kami berdua berpelukan bersama mesra. Saya berbicara, “Nakal ya..” Ary mencium pipi & keningku setelah itu pamit ke luar. Seterusnya saya juga ke luar ke kamar mandi buat membasuh vaginaku. Jam 14 : 00, jemputan mobil dari kantorku datang. Malamnya cocok janji via telephone, kembali Ary masuk ke kamarku & menyetubuhiku dengan cara terburu-buru, sebab khawatir ada yg memergoki. Biarpun dalam kondisi terburu-buru, persetubuhanku bersama Ary yg dilakukan tiap-tiap dini hri itu, pass memuaskan, lantaran paling tak tiap-tiap bersetubuh itu saya mampu orgasme minimal satu kali & merasakan semprotan sperma Ary di dalam vaginaku.

Seterusnya, persetubuhanku dgn Ary yg memang memuaskan & menyebabkan saya lemas tidak berdaya yaitu disaat tengah malam takbiran. Terhadap tengah malam itu, saya menginap di hunian orang tuaku. Pas janji via telpon Ary datang menjengukku. Kami berdua duduk mengobrol merayakan takbiran di hunian. Ke-2 orang tuaku menyuruhku menawari bir pada Ary. Selesai program Televisi, ayahku bertolak ke luar hunian & ibuku masuk tidur. Waktu Ini di tempat tamu, tinggal saya & Ary duduk berdua ngobrol sambil menikmati bir sepuas-puasnya. Dikarenakan pengaruh bir, kurasakan nafsu seksku mulai sejak naik. Seterusnya saya pamit sebentar, menonton ke-2 anakku sekalian periksa Ibuku. Saya ubah bajuku bersama daster & kutanggalkan celana dalamku. Sesudah kuketahui ibuku telah pulas tidur & kondisi aman, saya kembali ke ruangan tamu, duduk di sebelah Ary.

Tidak lama selanjutnya Ary telah memelukku, menciumiku sambil tanya apa ibuku telah tidur. Mengetahui ibuku telah tidur, Ary mulai sejak menggerayangi vaginaku bersama jari-jari tangannya sambil melumat bibirku. Saya menggelinjang & merintih, “Oh.. Republik Indonesia.. enak sekali.. Republik Indonesia.. oh tetap Republik Indonesia..” Saya tidak ingin kalah & kuremas-remas lontongnya dari luar celana yg menciptakan lontongnya makin keras. Seterusnya kusuruh Ary berdiri, kubuka reitsleting celana panjangnya & sekaligus celana dalamnya. Kulihat & rasakan lontong Ary lebih keras & agung dari rata rata.



“Aduh.. wow.. kok lebih keras & gede Republik Indonesia lontongnya?” Ary berterus jelas bahwa sorenya beliau minum jamu kuat laki laki yang merupakan persiapan utk memuaskan diriku. Kuhisap, kujilati & kukulum lontongnya bersama penuh nafsu. Lantaran tidak tahan lagi, kudorong badan Ary duduk di sofa. Saya duduk di atas pangkuannya. Selanjutnya kupegang & arahkan lontongnya ke dalam vaginaku. “Wow.. aduh Republik Indonesia.. akbar banget & enak Republik Indonesia, lontongnya.. aduh.. oohh..” saya mengerang. Sambil kulumat bibirnya, kunaik-turunkan pinggulku supaya sanggup merasakan kegiatan, tusukan & denyutan lontong Ary. Seputar dua menit kugoyang, hasilnya saya mencapai orgasme sebab tidak tahan merasakan lontong Ary yg lebih keras & agung dari kebanyakan. Selanjutnya kami berdua ganti posisi bersama doggy style. sekitar tiga menit, lagi-lagi saya tak tahan & orgasme buat yg ke-2 kalinya. Sesudah beristirahat sebentar, kami berdua tukar posisi dgn berdiri. Lontong Ary tetap keras & dia belum ke luar sama sekali. Lagi-lagi, kemungkinan sebab pengaruh bir & nafsu yg menggebu, saya mencapai orgasme yg ke-3 kalinya.

Dgn tetap mempertahankan lontongnya yg keras & panjang di dalam vaginaku, Ary menggendongku masuk ke kamar tidurku. Direbahkan tubuhku di kasur diatas lantai yg telah kusiapkan. Tetap kurasakan nikmatnyan & orgasmeku yg keempat kalinya waktu Ary menyetubuhiku bersama posisi di atas. Sesudah itu saya tidak ingat lagi & menyerah pasrah menerima tusukan-tusukan lontong Ary.

Kemungkinan lebih dari 10 kali saya mencapai orgasme, & saya tidak tahu berapa kali Ary ke luar. Diwaktu terbangun kira-kira jam 5 pagi, terasa kepuasan yg sangat kepada diriku meski kakiku rasanya gontai & lemas. Kurasakan serta kehangatan sperma Ary yg masihlah ada di dalam vaginaku. Tidak disangka selingkuhku di tengah malam takbiran bersama Ary adik suamiku yakni yg terakhir, lantaran sekian banyak hri selanjutnya, suamiku telah kembali ke hunian.

Sekembalinya suami di hunian, tengah malam harinya suami mengajakku bersetubuh. Sambil bersetubuh, suami tanya apakah menjadi selingkuh bersama Ary. Lantaran memang lah telah diijinkannya, saya berterus jelas mengaku. Kepada mulanya suamiku agak geram, mungkin saja tersinggung, namun hasilnya dirinya memaafkanku. Sejak ketika itu hubunganku dgn Ary praktis terputus. Tapi, Ary tetap cobalah mendekatiku & mengupayakan mengajakku buat berhubungan lagi. hal tersebut dirinya jalankan sekian banyak kali via telpon diwaktu suamiku ke kantor. Biarpun sebenarnya saya sendiri masihlah menginginkannya, tapi ajakan Ary tersebut terpaksa kutolak. Tidak Hanya suasana hunian benar-benar tak mengizinkan, saya pula khawatir bila suamiku dapat beram lantaran dia belum memungkinkan lagi.



Sejarah perselingkuhanku dgn adik ipar atas saran & ijin suami jadi pengalaman yg manis hingga sekarang ini. Lebih dari itu, kalau suami mengungkit-ungkit lagi masalah ini & minta saya menceritakannya kembali, bukannya beram yg kudapat darinya, malah sebaliknya kasih sayang yg semakin akbar.

Tiap-tiap kali dapat meniduriku, utk merangsang beliau, suamiku senantiasa meminta saya utk menceritakan kembali pengalaman selingkuhku dgn adiknya itu. Dia kerap tanya posisi apa saja yg saya & Ary melakukan disaat berhubungan sex, berapa kali saya klimaks, bagaimanakah rasanya vaginaku menerima semburan sperma Ary dlsb. Buat membahagiakannya, kuceritakan semuanya dengan cara jujur. Tiap-tiap kali mendengar ceritaku itu, nafsu sex suamiku makin meningkat & beliau meminta saya mempraktekannya kembali bersama punya anggapan ia yang merupakan Ary. Konsisten jelas, gairah seksku pula makin meningkat diwaktu mesti melamun & mempraktekan kembali cara-cara jalinan seksku dgn Ary.

Nyatanya perselingkuhan tak senantiasa merusak keharmonisan hunian tangga. Mungkin Saja ada benarnya seandainya orang menerjemahkan arti kata ‘selingkuh’ sbg ‘selingan indah keluarga utuh’. Memek Ponakan Gurih.


BUNGAQQ.COM BandarQ | ADUQ | DOMINOQQ ONLINE TERPERCAYA Indonesia. Kami juga menyediakan costumer servis yang siap melayani anda selama 24 jam penuh. 

Minimal Deposit Rp 20.000
Minimal WD Rp 50.0000
Proses depo wd akan kami proses dalam waktu kurang dari 2 menit, kecuali bank yang bersangkutan sedang gangguan.

Kami juga menyediakan bonus menarik yang lain :
- BONUS CASHBACK 0.5% yang dibagikan setiap hari selasa dengan minimal Turnover 1jt
- BONUS REFERAL 20%

Kami menyediakan 6 games yang bisa dimainkan dalam 1 id
-Poker
-AduQ
-DominoQQ
-Capsa Susun
-BandarQ
-Bandar Poker

Kami juga menyediakan hadiah jackpot dengan total hadiah ratusan juta rupiah.

Kami Menyediakan 5 bank yang siap melayani anda yang diantaranya : 
BCA, MANDIRI, BNI, BRI, dan DANAMON 

Transaksi dapat dilakukan selama bank online.
Untuk info lebih lanjut silakan hubungi kami di 
BBM : 7B16CAB4
YM : qqbungaqq@yahoo.com

Untuk Pendaftaran Langsung saja klik : http://goo.gl/t7AejW

0 comments:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest
image image image image SensusQQ SITUS BANDARQ ADUQ DOMINOQQ ONLINE TERPERCAYA 2017

Popular Posts

Powered by Blogger.

Copyright © BUNGAQQ | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com