Saturday, September 3, 2016

PEMERKOSAAN DIANA


Diana pulang kerja jalan kaki, jalanan pass sepi, sementara nada guruh sesekali terdengar. Awan kelihatan mendung dilangit tengah malam itu.

Cewek yg tingginya lebih kurang 170 centimeter, langsing, kakinya serta jenjang banget (Diana disaat itu pake rok yang rada mini) mempercepat jalannya.


Pukul 20 : 00 jalanan di luar hunian Diana, sepi jarang ada mobil yg melalui. Masyarakat kota telah tahu bakal ada badai gede tengah malam itu. Kelima berandal yg bertubuh kekar itu mengendap-endap memasuki pekarangan hunian. Mereka ingin membalas cewek bertampang melankolis itu yg memergoki mereka melakukan pencurian minuman keras tadi, bersama melaporkan satpam. Mereka berencana berpesta memperkosa cewek itu habis-habisan sbg balasannya.

“Sssstttt…..hati-hati janganlah berisik…..ayo sini….” Bisik Emilo sambil berikan aba-aba buat serta-merta maju bersembunyi dikebun hunian Diana yg penuh semak-semak.

Sementara itu Diana tak mengetahui jikalau beliau diikuti oleh para berandal sejak sepulang kerja tak menyimpan curiga. Cewek itu menyalakan kran air mandi, dulu menuju kekamarnya. Diana menyalakan lagu disco, sambil melepaskan pakaian kerjanya.

Di kebun para berandal telah mulai sejak mengendap- endap sambil menyusun ide buat masuk ke dalam hunian. Edi & Jack mendapat pekerjaan memantau jalanan, sedangkan Emilo mengakses pintu depan, Joe & Billie mencari jalan masuk melalui belakang. Kepada kala itu dengan cara tak sengaja Joe melintasi jendela kamar Diana yg lagi terhubung pakaian kerjanya. Roknya berada di atas ranjang, sementara Diana yg tubuhnya hanya terbungkus kemeja kerja & celana dalam sambil berdisco terhubung kancing kemejanya. Joe serentak memanggil Billie utk menonton pemandangan itu. Mereka menelan ludah menonton Diana yg meliuk-liuk merangsang menari disco. Ukuran dadanya yg kira kira 36B keliatan terang banget belahannya disaat cewek itu telah melepas kemejanya.

“Wow, Joe…LOOK AT HER TITS….saya mau serta-merta mencicipi tubuhnya….” Bisik Billie tidak dengan melepaskan padangan matanya menatap badan Diana yg cuma mengenakan pakaian dalam.

“He…he….he…sabar, Bill…nanti kita cicipi sama-sama, hingga pagi!” sahut Joe yg semakin bernapsu menyaksikan factor itu.

Sekian Banyak waktu setelah itu Diana beranjak menuju kekamar mandi. Sementara itu Emilo yg sukses mengakses pintu depan langsung berikan aba-aba kepada teman-temannya utk masuk. Para berandal itu telah pertimbangkan segalanya, mereka mengunci pintu dari dalam maka kelak mereka bebas bertindak. Kabel telephone telah mereka putus, cewek itu tinggal sendirian & lagi badai yg mendatang amat menguntungkan gagasan mereka. Bersama leluasa mereka masuk ke kamar cewek itu. Jack terhubung lemari es, yg lain masuk ke kamar Diana. Edi mengecek lemari baju Diana.

“Hai….saksikan apa yg kutemukan!” sambil menunjukkan barang temuannya. Joe langsung menyahut celana dalam itu.

“Hmmmmm….mmmm…” Joe mencium celana dalam.
“Ingat saya yg mula-mula bercinta dengannya!” sahutnya sambil tersenyum penuh arti. Para berandal itu tidak sabar melamun apa yg dapat mereka nikmati. Dulu mereka membawa posisi utk bersembunyi.

Diana selesai mandi menuju keruang tengah. Tubuhnya cuma terbalut oleh pakaian dalam & kemeja putih, duduk menikmati program Televisi kabel. Kala itu pukul 20 : 30, cewek itu tak menyimpan curiga bahwa ada orang lain dalam rumahnya. Tiba-tiba dari arah belakang salah seseorang berandal maju mendekap tubuhnya. Diana terperanjat & cepat berontak melepaskan diri.

“EVER BEEN GANG RAPED BABY? DON’T KNOW WHAT YOU BEEN MESSIN! YOU STILL REMEMBER US DON’T YOU……” ejek Edi.
Diana serta-merta mengenali wajah itu jadi ketakutan sekali, beliau tidak menyangka apabila para berandal itu memang laksanakan ancamannya.

Joe maju menerkamnya tiba-tiba, cewek itu menjerit ketakutan waktu sukses dipeluk. Dia meronta-ronta & menendang Joe. Tidak Dengan disadarinya tendangannya berkenaan selangkangan Joe membuatnya meringis kesakitan & melepaskan dekapannya. Diana langsung melepaskan diri & lari menuju pintu depan. Para berandal cepat mengejarnya sambil menyorakinya. Bersama sekuat tenaga pintu depan itu berupaya di buka, tapi usahanya sia-sia.

“Wooooo……woooooo……ha…ha…ha….ayo sayang, ingin lari kemana anda hah….ayo sini…ha…ha….ha…” Ejek para berandal yg mengejarnya dari belakang. Diana serta-merta dikepung oleh para berandal. Mereka menyoraki ketidak berdayaannya. Diana didesak konsisten hingga merapat kedinding, Joe yg tadi meringis kesakitan mulai sejak maju. Terhadap waktu cewek itu nyaris putus asa, dia sukses berkelit dari kepungan berandal itu, lolos & lari menuju ke dapur, Diana bermaksud lari melalui pintu belakang. Para berandal cepat mengejarnya lagi. Nasib sial bagi Diana, demikian tangannya sukses menyentuh gagang pintu, para berandal sukses menangkapnya kembali. Rambut pirang Diana yg panjangnya sebahu terjambak, maka beliau tak sanggup berbuat apa-apa.

“Aaaahhhh….aammpun…aaah” hiba Diana, sementara para berandal tersenyum sinis memandangnya.
“Sayang…. Kami bakal memberimu pengalaman yg tidak akan kau lupakan! kau tadi sudah merusak program pesta kami, waktu ini kau mesti membayarnya dgn tubuhmu yg indah itu……ha…ha..ha…, oya kau serta dapat menyesal sudah menendang punyaku, bakal kujoblos kau hingga mampus! ” Joe maju dari kerumunan temannya.

Diana tidak berdaya, rambutnya dijambak sementara tangannya dilipat kebelakang. Dari dapur beliau diseret menuju lokasi tamu diwaktu itu pukul 20 : 45. Disana dirinya dikelilingi oleh kelima berandal sambil didorong-dorong.


“Sayang, kita dapat berpesta denganmu!” seru Edi tidak sabar sambil mendorong ke arah Billie.
“Ha…..ha…ha…. kau tidak mau sanggup lolos kali ini….” Ejek Billie sambil mendekap badan Diana. Mereka berteriak-teriak menciptakan Diana semakin ketakutan.

“Kemarikan dirinya Bill….HEY BABE, I BET MY COCK WOULD FEEL REAL GOOD WARPED UP IN YOUR PUSSY!” seru Jack tidak sabar, sambil mempraktekkan gaya bercinta penuh napsu. Diana didorong ke arah Jack yg cepat merangkul nya dari depan. Mulutnya langsung mencari dada cewek itu, sementara pinggulnya bergerak maju mundur seakan sedang bercinta dengannya.

“Wooooo…. Wooooou…..FUCK YOU GIRL, FUCK YOU…..” Jack menggerayangi cewek itu.
“Aaaahhhh…….aaam…punnn….aahhh…..jaa…aa ahhhh!!!” jerit Diana ketakutan.

Tiba-tiba dgn satu sabetan, tangan salah satu berandal merobek kemeja putih Diana, menciptakan cewek itu terpelanting. Emilo cepat mendekap dari belakang. Saat Ini badan Diana cuma mengenakan BH & celana dalam saja, menciptakan mereka semakin menjadi-jadi.

“Ah…aahh…aahh!” jerit Diana diwaktu tangan Emilo yg mendekap tubuhnya dari belakang mulai sejak menggerayangi pahanya yg putih mulus.
“Kita dapat memberimu pengalaman yg tidak terlupakan, manis…ha…ha…ha…” bisik Emilo.

Para berandal yang lain ikutan beraksi. Tangan Edi meremas remas buah dada Diana. Jack memburu kemaluan Diana, sementara Billie & Joe buka pakaian & celana panjang mereka sambil tertawa sinis. Badan para berandal itu nampak demikian kekar & berotot.

“HEY, SOMEBODY GET BEHIND THE BITCH AND HOLD HER ARMS, I’M FUCKING HER FIRST!” Joe berikan aba-aba yg segera disetujui teman-temannya. Cewek itu meronta-ronta di bopong kelima berandal itu keruang tengah.

“Jack, Emilo, kau pegangi tangan & kakinya, terlentangkan dirinya di meja ini” perintah Joe.
Lonceng berdentang menunjukkan pukul 21 : 00. Disana Diana diterlentangkan di atas suatu meja bundar. Masing-masing tangan & kakinya dipegangi erat-erat oleh para berandal. Sinar lampu di atas meja menciptakan cewek itu silau, Diana cuma dapat menyaksikan tubuh-tubuh kekar mengerubunginya & tangan-tangan berotot meraba-raba dadanya, wajah sinis & nada tawa para berandal mengejek ketidak berdayaannya.

Lidah Joe menelusuri lehernya yg jenjang. Diana berontak mengupayakan melepaskan diri, namun apa daya tenaga seseorang cewek dibanding dgn lima laki laki yg kesetanan. Jack & Edi memegangi kakinya, sementara tangan kanan & kiri Diana dipegangi erat-erat oleh Emilo & Billie. Joe mencumbunya bersama kasar & penuh napsu, tangannya bersama liar meremas-remas buah dada Diana.

“I CAN SEE THE NIPPLES POKING AT HER BRA!” kata Joe yg serta-merta disambut oleh tawa para berandal.
“HEY, CUT THAT BRA OFF MAN. WHAT’S WRONG WITH YOU?” sahut Emilo telah tak sabar lagi.
“Aaaah…..aaah….ooh…jangan…..aahkh!” jerit Diana kala bersama satu hentakan kasar tangan Joe merobek BH yg dikenakannya. Para berandal semakin seru menyorakinya. Mulut Joe serta-merta melumat buah dada Diana yg sintal, sementara tangan kirinya masihlah meremas-remas buah dada sebelah kanan Diana. “Aaaaah….aaoooh…..ooooh…aahh …aaaahh…aaahhhhh….” desah Diana mengeliat-liat. Putingnya dijilati penuh napsu oleh lidah Joe.

“Ha….ha….ha…. kau sungguh mengiurkan sayang!” tawa Billie menelan ludah tidak sabar mau langsung menikmati gilirannya. Joe sekarang ini mengakses celana dalamnya sendiri, penisnya yg hitam akbar 10 inci itu kelihatan tegak siap beraksi.

“Kenyal sekali…..ha…ha…ha…”seru Joe sambil menerkam & mulutnya menciumi buah dada cewek itu bersama buas. Badan Diana mengeliat-liat membusur, sementara buah dadanya diremas-remas hingga merah. Lidah Joe menelusuri buah dada Diana, dulu turun ke daerah perut & menjilati pusarnya. Sekian Banyak dikala seterusnya sambil tersenyum sinis, mata Joe memelirik kearah paha Diana.

“Oooohhh….jangan…..aaahhhh….” hiba Diana ketakutan tak berani melamun diperkosa oleh kelima berandal kekar & berotot.

Dulu tangan Joe mulai sejak memelorot celana dalam Diana. Cewek itu mengusahakan mempertahankannya,
“Ha..ha…ha…percuma kau berontak manis!” ejek Joe kala Diana berontak sekuat tenaga, tapi Billie & Emilo semakin erat memegangi tangan Diana, perlahan- lahan celana dalamnya terlepas, rambut kemaluan Diana tampak dikala celana dalam berwarna pink itu dari pinggul dilorot turun kepahanya & hasilnya terlepas.

“Cihuuuiiii……Ha…ha…ha….PARTY TIMES… ha…ha…ha….” Teriaknya sambil memutar-putar celana dalam itu, dulu dicium dalam-dalam menikmati aromanya & dilemparkan kelantai. Mata Joe jelalatan memandangi Diana yg telanjang bulat terlentang di atas meja. Diana lemas dikarenakan ketakutan, dirinya tidak berani melamun para berandal itu dapat ‘menelan tubuhnya ramai-ramai’. Para berandal semakin ramai menyorakinya, mata mereka jelalatan memandang tiap-tiap lekuk badan Diana. Emilo yg tadi memegangi tangan Diana digantikan oleh Billie.

“Oooooh…..aaaahh….am…pun…..aaaah…jang… an…aaahh..” hiba tangis Diana.
“Diam!….THERE’S GOING TO BE A BIG PARTY IN YOUR PUSSY TONIGHT…..Ha…ha…ha…kita tonton siapa yg paling hebat bercinta denganmu!” ejek Emilo jelang Diana sambil mengeluarkan pisau lipat. Diana ketakutan waktu Emilo memainkan pisau itu diantara buah dadanya sambil tersenyum sinis memandang tubuhnya. Pisau itu bergerak kearah puting susunya & diputar-putar mengelilingi belahan buah dada Diana yg naik-turun dikarenakan napasnya tidak beraturan. hal tersebut menciptakan para berandal memang lah terangsang. Pisau itu terasa dingin di buah dada Diana, dulu pisau itu bergerak kearah perut cewek itu & turun ke daerah bawah pusar cewek itu. Edi menyeringai penuh arti saat mengetahui apa yg bakal dilakukan oleh Emilo dgn pisau lipatnya.

“Ayo Milo, cukur hingga habis…..ha…ha…ha…ha…” seru Edi kegirangan.
“Aaaahh…..ohhhh…jangan….aaah….” teriak Diana sambil berontak, namun para berandal itu semakin mempererat pegangannya, sementara pisau lipat itu bersama buas sejak mulai beraksi mencukur rambut kemaluannya.


“Ha…ha….ha… peluang yg langka ini tidak dapat kami melalui demikian saja. Ayo manis berteriaklah semaumu, tidak dapat ada yg mendengarmu sekarang ini.” Ejek Joe sambil menerkam buah dada Diana, diremasnya kuat-kuat menciptakan cewek itu mengerang kesakitan sementara Emilo mencukur rambut kemaluannya tidak dengan foam pelicin maka Diana merasa perih. Billie, Jack & Edi yg memegangi kaki & ke-2 tangan Diana tertawa menonton cewek itu meronta-ronta. “Aaaaaagggg….aaaaoooohh….ooooohhh…oohh...” desah Diana buah dadanya diremas-remas oleh Joe. Nada desahan itu menciptakan para berandal itu semakin terangsang.

Bersama buas pisau Emilo beraksi, dalam sekian banyak menit saja rambut kemaluan Diana sudah tercukur habis. Daerah kulit bawah perut Diana yg tadinya ada rambut kemaluannya tampak memerah. Emilo tersenyum puas, Joe serta-merta maju sambil mementang kaki cewek itu lebar-lebar, kini beliau berada diantara pahanya , memandang kemaluan Diana yg kelihatan terang sebab rambut di sekitar daerah itu habis tercukur.

“Ha…ha…ha…buah dadamu sungguh lezat, NOW I’LL EAT YOUR PUSSY!” kata Joe sambil menjilatkan lidahnya sementara matanya melirik kearah kemaluan Diana.
“Oooooh….lepas…kan….jang…an ..OooOOAAHH!” tangis Diana mandek diwaktu Joe sejak mulai menjilatinya. Lidah itu seakan menjulur panjang menjelajahi lorong vagina Diana. Badan cewek itu mengelinjang-gelinjang, sementara lidah Joe bergerak seperti cacing menggali lobang.

“Oooooohhhhh…aaaauuuuoooo…oooouuu…aaaah...” Desis Diana sementara kepalanya cuma dapat menggeleng ke kiri & kanan. Badan Diana bergetar, tangannya mengepal erat-erat, Emilo menciumi leher & daerah lebih kurang ketiak, sambil tangannya mencubit puting susu cewek itu. Jack melepaskan kaki cewek itu, & ikutan mencumbu perut Diana. Lidah Jack menjilati pusar cewek itu.

“Uuuuuuhhhh….oooouuh…ooohhh…” nada desah Diana semakin keras, diwaktu lidah Joe masuk semakin dalam divaginanya.
“Ha…ha…ha….percuma kau berontak sayang, ingin tidak ingin kau bakal menikmati pesta ini!” ejek salah satu berandal.
Buah dada Diana memerah & mengembang dikarenakan remasan tangan Emilo.

Joe semakin bersemangat, diwaktu vagina Diana sejak mulai berlendir. Lidah itu menjelajah semakin dalam bersamaan dgn pekik desah Diana. Emilo tetap mengulum buah dada cewek itu. Putingnya disedot kuat-kuat, menciptakan cewek itu mengeliat menahan rasa nikmat & sakit yg bercampur jadi satu. Tidak Dengan disengaja dari puting buah dada Diana ke luar cairan putih seperti susu. Emilo lebih bersemangat lagi menyedoti cairan itu, sementara tangannya meremas-remas buah dada Diana biar ke luar lebih tidak sedikit.

“Uuuuggghhhh……uuuuuhhhh….uuuhhhh….aaauuuhh hhh….” desis Diana dgn napas tersedak-sedak.
“Ha…ha…ha….nyata-nyatanya tubuhmu menghianatimukan? Diam-diam kau Menikmatinya……BITCH!!!!” ejek Emilo sambil menyedoti buah dada Diana, kanan-kiri.

Lonceng berbunyi menunjukkan pukul 21 : 30. Rupanya para berandal itu suka bermain-main dgn tubuhnya & berniat laksanakan WARMING-UP sebelum memperkosanya. Diana cuma dapat mengeliat-liat dikerubuti para berandal yg kekar. Lidah Joe bersama lahapnya menjilati vagina Diana. Tak puas cuma lidah, kini jari tangan Joe ikutan beraksi. Jari tengah & telunjuk Joe masuk di lobang kemaluan cewek itu, diputar-putar seakan-akan mengaduk-aduk vagina Diana, sementara lidahnya ikut menjilati bibir kemaluan Diana.

“Aaaauuuuhhhhh……uuuuuhhh…..aaahhhh” desah cewek itu semakin keras, menciptakan para berandal itu tertawa mengejek ketidak berdayaannya. Jari tangan Joe menusuk masuk & bermain-main bersama klitorisnya, menciptakan Diana mengelinjang-gelinjang. Mata Diana terpejam, kepalanya menggeleng ke kiri kanan, Jack menciumi pusarnya, tangan Emilo meremas-remas buah dadanya. Sesudah puas bermain-main, Joe mementang ke-2 kaki Diana.

“Joe ingin gunakan kondom?” bertanya Billie. Joe menolak usul Billie.
“NO WAY….Ha…ha…ha….I WANT TO FEEL SKIN TO SKIN…ok waktu ini saatnya manis… NOW LETS SEE JUST HOW TIGHT YOUR CUNT IS!” Joe mengangkat pinggul Diana tinggi-tinggi. Penisnya waktu ini digesek-gesekkan di sekitar bibir kemaluan Diana berikhtiar menyibak belahannya. Mata cewek itu terbelalak kaget disaat merasakan kepala penis Joe yg gede & hangat. Batang penis itu berdenyut-denyut dibibir kemaluannya.

“Ohhh…ohhhh saat ini saatnya!” pikiran Diana melayang jauh dikala Joe sejak mulai beraksi menindih tubuhnya.
“Ayo Joe cumbu dirinya hingga Mampus……Cihuuui!!!” para berandal itu berikan semangat.

Joe merasakan rasa hangat yg mengalir terhadap kepala batang kemaluannya yg telah menancap cocok kepada pintu gua kenikmatan milik cewek itu. Joe menekan perlahan, seperempat dari bidang kepala kemaluannya mulai sejak terbenam ….Diana menahan napas …. ditekan lebih dalam lagi …. separuh dari bidang kepala kemaluannya melesak masuk …. dgn lebih bertenaga Joe mendesak batang kemaluannya utk masuk lebih dalam lagi.

“Ayo Joe! sedikit lagi! Masukin saja seluruh! Supaya beliau rasain Joe!” Emilo menyoraki Joe sambil meremas-remas buah dada Diana.

“AAAgggh!!!!” Pekik Diana merasakan sesuatu yg menyakitkan dipangkal pahanya dikala semua kepala kemaluan Joe telah terbenam kedalam liang hangat miliknya, bersama satu hentakan yg kuat, penis Joe menyeruak masuk ke dalam vagina Diana membuatnya memekik kesakitan.

Sementara badai di luar mulai sejak turun bersama deras dimulailah pesta perkosaan itu. Diana terlentang di atas meja bundar diruang tengah, tangan & kakinya dipegangi erat-erat oleh Billie & Edi, buah dadanya dijilati, disedoti oleh Jack & Emilo, sementara penis Joe mengoyak-koyak vaginanya bersama ganas.

“Aaagh…..aaahh….ooooh….ooohh…” nada rintih Diana seiring dgn aktivitas ayunan pinggul Joe yg kuat. Senti demi senti batang kemaluan Joe menelusur masuk menerobos keketatan liang kemaluan Diana yg telah basah berlendir itu. Tiap-tiap ayunan Joe menciptakan tubuhnya mengelepar kesakitan dikarenakan penis yg gede itu berikhtiar masuk lebih dalam. Nada desahan Diana menciptakan para berandal itu semakin bernapsu menikmati tubuhnya.

“Ayo Joe…..genjot tetap hingga mampus….. ha…ha…ha…” seru salah satu berandal.
Joe merasakan demikian ketatnya ujung kemaluannya terjepit di dalam vagina Diana, selang sekian banyak ketika penis itu tertunda menerobos ke luar masuk.

“CAN’T SEEM TO GET MY COCK DEEP ENOUGH INTO YOU BABY!” Joe mengatur posisi pinggulnya, “YOU SO DAMN TIGHT!.” selanjutnya bersama satu hentakan yg kuat menciptakan batang penis itu hilang tertelan kemaluan Diana.
“AAAaaaaggggkkk!!” nada lolong histeris Diana dikala dgn satu hentakan kuat tidak dengan masalah penis itu beraksi lagi di liang vagina Diana yg berlendir, rupanya selaput gadis Diana robek.

“Uuuugggghhhh…. SO YOU’RE STILL A VIRGIN? Ha…ha…ha….manis, kau tidak dapat melupakan pengalaman ini!” ejek Joe, Penis itu bersama enteng menerjang ke luar masuk dgn langsung, sementara tubuhnya menghentak hentak barbar di atas Diana yg mendesah-desah tidak berdaya. Kemaluan Diana terasa bakal robek oleh desakan penis Joe yg menyeruak masuk ke luar dalam-dalam seperti membor kilang minyak. Joe melengkuh-lengkuh nikmat, pinggulnya berayun-ayun memompa, penis itu ke luar masuk.

Kaki Diana terangkat tinggi di atas meja terayun-ayun seirama kegiatan pinggul Joe menghujamkan ke luar masuk batang penisnya yg bersama barbar beraksi divaginanya.

Diana mengharapkan beliau bisa pingsan dikala itu pun agar tak merasakan sakit yg tidak terlukiskan itu. Para berandal itu menyanyikan lagu “ROW YOUR BOAT”.
“Aaaahhh…aaaahh….ammm….pun….aahh…
aaahh…aaahh….sakit..ahhhhh..aaaahhh….”jerit Diana. Pinggul Joe bergerak seperti pompa. Penis itu ke luar masuk seiring desahan Diana.

“Ayo Joe coblos konsisten, coblos…coblos…woooo…
wooooo BABY….” teriak Emilo sambil menciumi dada cewek itu.

“Delapan puluh delapan……delapan puluh sembilan….sembilan Puluh…Ayo…” dgn semangat Edi menghitungi tiap-tiap hujaman penis Joe.

“Aaaaahhh….wahhhhaaa….aaaah….uuuuh…
uuugh….” pekik Diana, sementara Joe berayun-ayun di atas tubuhnya. Cewek itu cuma dapat terisak-isak. Nada petir menyambar di sela-sela badai.

“YEAAAHHH. HOW’S IT FEEL, BABE, HOW’S IT FEEL WITH A REAL MAN’S BIG COCK IN YOUR BELLY? OOOOOOOOOOOOO YOU FEEL SO GOOD, SO HOT.” ejek Joe sambil memaksa Diana yg mendesah buat menonton penisnya mengenjot ke luar masuk lorong vaginanya. Diana dapat merasakan tiap-tiap inci dari otot dibatang penis Joe bergerak menelusuri lorong kemaluannya.


“Uuuh…uuuh….uuaah…” lengkuh Joe, telah kurang lebih setengah jam dirinya berayun-ayun di atas cewek itu, keringat membasahi badan keduanya, namun kegiatan pinggulnya terus ganas, penisnya menyodok-sodok dikemaluan Diana, tangannya menggerayangi pahanya dgn liar.

Sementara itu Emilo mengakses celana panjang & celana dalamnya sendiri, penisnya panjang,(tapi tak se besar Joe kurang lebih 8.7 inci) telah tegak menegang. Jack tetap asyik menyedoti puting buah dada Diana. Sesekali cewek itu mengupayakan memberontak, tapi Edi & Billie mempererat pegangannya. Joe melengkuh-lengkuh nikmat di atas badan Diana yg mengeliat-liat menahan berat badan Joe yg menindihnya.

“Seratus enam puluh enam…… seratus enam puluh tujuh…..seratus enam puluh delapan…..ayo Joe taklukan dia….ha…ha…ha…” Edi menyemangati yg segera diikuti oleh para berandal lainnya.

“Seratus tujuh puluh tiga….seratus tujuh puluh empat…seratus tujuh puluh lima….” Para berandal yg lain ikutan menyemangati Joe.

Badan & buah dada Diana berguncang-guncang seirama dgn hentakan genjotan Joe yg semakin liar. Vaginanya terasa terbakar oleh gesekan penis Joe yg buas.

“Aaaaaaahhhh…..aaaaaa….aaaaaahh…..aahhhh…. ..ooooohhh” Diana melolong menahan sakit.
“Ayo…….ayo….seratus delapan puluh delapan…..seratus delapan puluh sembilan….seratus sembilan puluh….ha…ha…ha…” Edi berikan semangat.

“Uuuuaah….uuuuuh….uuughh…tubuhmu nikmat sekali!” Joe mengejek Diana yg mengigit bibirnya menahan sakit. Pinggulnya maju mundur diantara selangkangan cewek itu. Jack bersama gemas mengigit puting buah dada Diana, sementara tangannya yg satu meremas- remas buah dada sebelah kanan.

“Aaaaahh……uuuughhh…..uuughh…uuukkkh….ooo uuuughh…” rintih Diana, sementara kegiatan Joe mulai sejak pelan, namun mantap.

“Seratus sembilan puluh enam…..seratus sembilan puluh tujuh….” Seluruh berandal menyemangati Joe. Batang penisnya ke luar masuk bersama barbar.
“”I’M COMING, BABY!” lengkuh Joe.
“OH GOD! NO, PLEASE ! NOOOOO!! NOO! DON’T COME INSIDE ME!!! NOOO, PLEASE!!!!…..AAAKKKHHHH!” kepala Diana terjengkang keatas, sementara terdengar nada lolong kesakitan saat batang penis itu menghujam dalam-dalam divaginanya.

Bersama satu hentakan kuat Joe mencapai klimax, penisnya menyemburkan sperma dalam lorong kemaluan Diana.

“Uuuuuugggh…..ha…ha…ha….macam mana?” ejek Joe sambil mencabut penisnya dgn perkasa.
“kau dapat digilir hingga pagi!!…..Ha…ha…ha…NEXT!!!” seru salah satu berandal.

Sementara itu kilat di luar menyambar-yambar, saat itu pukul 22 : 25. Diana cuma sanggup terisak-isak, Emilo maju sambil menyeringai. Tidak Dengan perlawanan yg berarti, Emilo telah berada di antara selangkangan cewek itu.

“Ha…ha…ha…IS MY TIME TO RIDE, BABY I’M GONNA TAKE MY TIME AND FUCK YOU NICE AND Kalem. LET’S SEE HOW LONG I CAN KEEP MY DICK HARD IN THIS WONDERFULLY TIGHT CUNT OF YOURS. SEE HOW LONG I CAN KEEP YOU MOANS…..!” ejek Emilo, sementara batang penisnya dgn gampang masuk ke vagina Diana. Emilo mengawali gerakannya, pinggulnya bergerak memutar, tentukan penisnya masuk penuh, dulu bergerak maju mundur perlahan tetapi dalam. Pinggulnya berayun-ayun pelan & mantap, diantara ke-2 paha Diana yg terbuka lebar, sambil meremas-remas buah dadanya. Kadang jari-jari tangan Emilo melintir-lintir puting susu cewek itu, badan Diana cuma sanggup mengeliat-liat, sementara dari bibirnya yg terbuka terdengar nada erangan & desah.

Penis itu beraksi di vaginanya, pinggulnya diangkat ke antara pinggang Emilo yg maju mundur. Jack meninggalkan kerumunan menuju lemari es diruang makan. Joe duduk disofa, sambil menonton teman-
temannya beraksi di atas badan Diana. Billie tetap bersama erat memegangi tangan kanan & kiri Diana, pun Edi yg memegangi ke-2 kaki Diana. Nada desah erangan cewek itu bagai musik merdu ditelinga mereka. Badan Diana basah kuyup sebab keringat, sementara Emilo melengkuh-lengkuh nikmat.

“Ooooooooohhhhhh…….uuuuuuhhhhh…..uuuhhhh…..uuhhh…..
ha…ha…ha….” nada Emilo, penisnya yg panjang tidak dengan ampun konsisten mengenjot kemaluan Diana. Buah dadanya dijadikan bual-bualan oleh Emilo. Giginya mengigiti putingnya bersama gemas, menciptakan Diana menjerit kesakitan. Nampak bercak-bercak merah second cupangan di sekitar leher & dada ditubuh Diana.

“Aaaahhh…..aaaaoooohhh….ooooohhhhhh…ooooohhh h…..” desah Diana merasakan penis Emilo menusuk ke luar masuk divaginanya. Telah lebih kurang lima belas menit Emilo beraksi, badan Diana berguncang-
guncang seirama ayunan pinggul Emilo.

Pukul 23.10. Kilat & guntur bersahutan di luar, menciptakan jalanan bertambah sepi.
“Hah…hah….hah……uuuggghhh…”lengkuh Emilo, waktu ini ayunannya tak perlahan seperti mula-mula, tapi berirama langsung & dalam. Vagina Diana terasa perih terbakar oleh gesekan penis Emilo.
“Ha….ha…ha….. tunggu punyaku manis, YOU WILL LOVE IT!” seru Edi sambil mengolesi penisnya sendiri bersama selei maka kepala penis itu kelihatan gilap & lebih akbar dari yg diawal mulanya.

“Uuuuuggghhhh…….uuuuuggghh…… uuuugggghhhh……”desah Diana pendek seirama ke luar masuk penis Emilo di kemaluannya.
Edi meremas-remas penisnya sendiri, sambil memandangi tiap-tiap lekuk badan Diana.
“Ha…ha…ha….Ed, kau telah tidak sabar ya?……” bertanya Billie sambil matanya terkagum menonton penis Edi yg semakin gede, maka kepala penis itu seperti jamur.
“Oooooohhhhhh….uuugggghhh…..oooohh……
oooohh……..HERE I CAMEEE……!!!!” jerit klimax Emilo, penisnya menghujam dalam-dalam sambil menyemprotkan cairan putih.
“Aaaaaaakkkkkhhhhhhh……oooohhh……” pekik Diana diantara lengkuhan nikmat Emilo.
Emilo mencium kening Diana yg terlentang terengah-engah di atas meja.
“FUCK YOU BABE!…..ha…ha..ha….” ejek Emilo sambil mencabut penisnya.

Posisinya serentak digantikan oleh Edi. Kepala penis yg gede itu digesek-gesekkan di antara paha Diana. Edi memandangi badan Diana yg sintal & mulus basah oleh keringat.

“LET’S GO TO HEAVEN, manis…ha…ha…ha….” Bersamaan bersama kata itu Edi menciumi buah dada Diana, sementara tangannya mengesek-gesekkan penisnya di bibir kemaluan cewek itu.

Teriakan Diana tertelan badai yg ganas, pukul 23.45. Diana, meronta-ronta tubuhnya membusur digumuli Edi yg penuh napsu, sementara para berandal yg lain tertawa terbahak-bahak. Tangan Diana yg dipegangi oleh Billie,membuatnya tidak mampu melawan, maka bersama leluasa Edi menciumi tubuhnya. Dari leher, lidah Edi tetap menelusur turun ke buah dadanya, disedotnya kuat-kuat buah dada cewek itu, membuatnya mengerang kesakitan, lidahnya menjilati dgn lahap cairan yg ke luar dari puting susu Diana. Tiba-tiba bersama hentakan yg kuat penis Edi menerobos masuk kemaluan cewek itu.

“Aaaaakkkkkkkhhhhh…….”Diana berteriak kesakitan. Penis itu konsisten mengupayakan masuk penuh, Diana mampu merasakan kepala penis yg gede itu berikhtiar masuk lebih dalam di vaginanya.
“Uuuuugggghhhhh…..sempit sekali….uuuuaahh…
hhhaaaa….”seru Edi sambil konsisten mendorong masuk penisnya.
“Ayo…..Ed,……ha….ha…ha….masukkan semuanya….agar mampus ia!” teriak Joe menyemangati Edi.

Kini kepala penis itu telah masuk, Edi diam sebentar merasakan otot vagina Diana yg berupaya menyesuaikan diri dgn penisnya. Dinding vagina Diana serasa meremas-remas penisnya, membuatnya lebih tegang.

“Ha….ha…ha….kulumat kau, manis!” bisik Edi sambil sejak mulai menggenjotkan penisnya bersama barbar. Joe menciumi leher Diana, Jack meremas-remas buah dadanya, Emilo meratakan olesan selai, sedangkan tangan Edi mementang pahanya supaya lebih leluasa penisnya mampu maju mundur diliang kemaluan Diana.

“Aaaahhhh……aaahhhhhh…..aaaggghhhh…
aaahhhhh…” lolongan desah Diana digarap ramai-ramai. Nada desah & erangan Diana terdengar bagai musik merdu ditelinga para berandal. Tidak Dengan menghiraukan Diana yg telah kelelahan, mereka konsisten berpesta menikmati badan cewek itu. Bagai menyantap sajian lezat, mereka melahap & menjilati badan Diana yg basah, mengkilat dikarenakan olesan selai & keringat. Penis Edi menerobos ke luar masuk dgn serentak, sementara disetiap hentakan tubuhnya terdengar erangan Diana menghiba kesakitan. Jack yg meremas-remas buah dadanya sekarang ini sejak mulai menjilatinya penuh napsu, sedangkan putingnya disedoti supaya ke luar cairan seperti susu, Joe tetap menciumi leher Diana yg jenjang.

“Uuugggh…….uuuuggghhh……..aauughh…..
uuugghhh….uuuuggghhh….” rintih Diana, telah lebih kurang lima belas menit Edi berpacu bersama birahi, peluh membasahi tubuhnya. Edi melengkuh-lengkuh penuh napsu, menikmati tiap-tiap inci hujaman penisnya dilorong kemaluan Diana.

“Haaah…..haaah….uuuggh…..dengan cara apa manis, asik bukan…..kau dapat digilir hingga pagi…ha…ha…
ha….Haah….haaah….” seru Edi sementara pinggulnya bergerak seperti memompa diantara ke-2 paha Diana. Buah dada cewek itu memerah diremas-remas dgn kasar oleh para berandal. Badan Diana berguncang-guncang bersama ganas seirama ayunan Edi.

“He…he…he…..buah dadamu lezat sekali, ya…..kau bakal membayarnya bersama tubuhmu sayang!” ejek Jack sambil menjilatkan lidahnya keudara sementara tangannya meremas-remas buah dada cewek itu dgn napsu. Diana cuma dapat terisak-isak sambil menahan sakit disekujur tubuhnya yg basah kuyup dikarenakan keringat & selai. Penis Edi semakin ganas menggenjot cewek itu.

“Aaaauuh…..aaagggh……uuuuugggghhhh…
uuuughhhhh….” pikik desah Diana. Vaginanya terasa panas & perih oleh gesekan penis Edi yg barbar.

Badai masihlah ganas, didekat lantai meja makan, nampak BH & celana dalam Diana berserakan sementara di atas meja Diana diperkosa dgn ganas oleh lima berandal yg kekar, tubuhnya dipentang & dijilati penuh napsu. Buah dadanya dicengkram & diremas-remas, lehernya diciumi, puting & pusarnya dijilati, sementara Edi melengkuh-lengkuh nikmat, cewek itu cuma mampu merintih & mendesah dikarenakan penis agung & hitam beraksi menghentak-hentak barbar ke luar masuk diantara selangkangannya. Diwaktu menunjukkan 24 : 16 Edi telah nyaris mencapai klimax, irama ayunan pinggulnya semakin segera tidak dengan perduli Diana yg terengah-engah kelelahan, Jack menggigit puting buah dadanya, menciptakan Diana mengerang kesakitan.

“aakkkh….aaahh…ooooohhhh…” rintih Diana diantara lengkuh nikmat Edi.
“Huuuh…uuuhhh…..uuuuhhh…..uhhhh….
HUUAAAHHHH…..” jerit Edi mencapai klimax, dgn satu hujaman yg kuat, penisnya masuk hilang tertelan dilorong vagina Diana.

“Aaaaakkkkhhhh….” jerit Diana tertunda, badan cewek itu mengeliat kejang, dulu lunglai, pingsan kelelahan, sementara penis itu menyemburkan tidak sedikit sprema dalam vaginanya. Peluh menetes dari badan Edi yg tetap menindih cewek itu.

“Ha…ha…ha….tubuhmu sungguh menggairahkan sekali…” Raut wajahnya nampak puas, sekian banyak kala setelah itu Edi mencabut penisnya, sambil mencium leher Diana yg masihlah pingsan. Jack siap-siap maju membawa posisi.


“Biarkan ia istirahat dahulu, nggak enak jikalau nggak ada perlawanan” Cegah Joe.
“Kita beri beliau obat perangsang saja!” usul Billie sambil tersenyum penuh napsu.
“Jangan, kita simpan itu utk yg terakhir” Joe duduk disofa.

Sekian Banyak menit seterusnya, lebih kurang pukul 24 : 40, Diana yg baru saja siuman dibopong ramai-ramai menuju kamarnya, disana cewek itu dilempar ke ranjang & serentak diterkam oleh para berandal yg saat ini semuanya telah telanjang bulat. Cewek itu mengupayakan berontak melarikan diri, tapi dgn cekatan para berandal itu menerentangkan badan Diana. Cewek itu berteriak ketakutan disaat para berandal bersama buas menggumuli tubuhnya.

“Aaaahhhh…..aampun…..aaaahhhh….”hiba Diana, sementara Edi bersama kasar mulai sejak meremas-remas buah dada kanannya. Joe mengupayakan mencium bibirnya yg merah merekah. Emilo menjilati & menyedoti puting sebelah kiri.

“Aaaaduuuhh…aaaaawww…aaaahhh…..ja….
ja….ngan…”teriakan Diana tidak digubris. Jack maju membawa posisi diantara ke-2 kakinya, tersenyum sinis sambil membungkuk menciumi leher cewek itu. Diana mengeliat-liat tidak berdaya. Lidah Jack menelusur turun dari lehernya menuju perutnya Diana.

“Aaaaaahhh…..le…paskan…..aaaahhh” jerit Diana di tengah kerubutan berandal. Jack sejak mulai menjilati daerah pusar Diana.

“Manis…tadi kulihat kau menyukai disco! bagaimanakah bila sambil diputarkan lagu…hmmm?…
disco…rock…atau metal?….OK metal saja!” Billie mengejek Diana. Sekian Banyak ketika seterusnya terdengar lagu metal, menciptakan para berandal itu lebih bersemangat menikmati tiap-tiap lekuk badan Diana.

“Ha…ha…ha…manis, kami masihlah belum puas!” ejek Jack. Billie membaca surat yg ditemukannya dimeja rias tepi ranjang.

“Hmmmm…..SO YOUR NAME’S Diana McCatry….
INTERESTING….” gumam Billie sambil menyaksikan Diana yg mendesah-desah tidak berdaya dijilati & diciumi teman-temannya. Sekian Banyak kala seterusnya Billie naik keatas ranjang, berbaring di samping cewek itu.

“Nah Diana sayang, ARE YOU READY TO LOSE YOUR VIRGINITY IN ANOTHER HOLE? kau memang lah beruntung manis! kau tentu puas!” kata Billie sambil menjilat muka cewek itu yg menangis ketakutan. Billie merangkul tubuhnya dari samping & digulingkan menghadapkan keatas terlentang maka posisinya waktu ini di bawah Diana.

“Hai….sayang pestanya dilanjutkan. Manis kau pikir tadi telah yg paling sakit, tunggu yg ini kau bakal rasain sakit yg sebenernya!” kata Emilo sambil menerkam gemas buah dadanya.

“Dan kini kau bakal kehormatan manis BECAUSE I’LL TAKE YOUR ASS VIRGINITY!!” mata Diana terbelalak ketakutan.
“Oooohhh….Jang…aan…PLEASE!!!!” hiba Diana disela isak tangisnya.

“Dianay kau bakal merasakan sesuatu yg belum sempat kau bayangkan pada awal mulanya sayang!” ejek Billie.
Cewek itu mengusahakan berontak sekuat tenaga, namun kerubutan & remasan dibuah dadanya membuatnya tidak dapat berkutik. Diana didudukkan serasi di atas badan Billie, berandal itu mengarahkan penisnya yg tegak di lobang anus cewek itu & langsung dihujamkan dalam anus Diana tidak dengan pelumas maka membuatnya menjerit kesakitan.

“AAAAKKKKKKKHHHHHH!!!!” lolong Diana, sementara penis Billie (10 inci) masuk penuh dalam anusnya, sekarang ini cewek itu dipaksa tidur terlentang. Jack di atas menindihnya sementara Diana meronta-ronta kesakitan, anusnya terasa sakit oleh batang penis Billie yg berada dibawahnya. Jack yg telah puas menjilati perut Diana, waktu ini mementang ke-2 paha Diana, mengarahkan penisnya (8 inci) ke lorong vagina cewek itu. Apa daya tenaga seseorang cewek yg dikeroyok lima lelaki kekar, bersama gampang masing-masing tangan Diana diikat bersama tali BH dijeruji pilar ranjangnya biar tak dapat berontak.

Jack langsung memasukkan penisnya ke vagina Diana yg masihlah meronta-ronta, sambil tertawa terbahak-bahak. “Ha….ha…ha…. sayang waktu ini kau rasakan ini!” sambil berbicara seperti itu, Jack & Billie sejak mulai menggoyangkan pinggul mereka. Penis Billie bergerak naik-turun dianus sedangkan penis Jack menyodok ke luar masuk seirama suara metal yg semakin bersemangat. Teriakan cewek itu tertelan oleh bunyi halilintar yg keras. Bisnis Diana utk berontak menciptakan ikatan ditangannya semakin erat & menyakitkan. Badan Diana meronta-ronta kesakitan, tidak dengan disadarinya gerakannya itu semakin menciptakan Jack & Billie yg memperkosanya semakin terangsang. Tubuhnya mulai sejak menggelinjang kesana kemari, pinggulnya bergerak-gerak ke kanan, kiri, memutar, sementara Billie yg di bawah mempertahankan kecepatan ritme ke luar masuk batang penisnya dianus Diana. Nada kecipak akibat gesekan kemaluan mereka berdua makin terdengar. Sodokan batang penis Billie dianus Diana menciptakan badan cewek itu meliuk-liuk tidak beraturan & makin lama makin bergerak naik seolah menantang kejantanan Jack.

“Ha…ha…ha….Dianay kau senang ya? Nih bakal kumasukkan lebih dalam lagi! HAAAHHHH!!!!” teriak Jack sambil bertumpu terhadap remasan tangannya dibuah dada cewek itu beliau menyodokkan penisnya lebih dalam ke vagina Diana.

“Oooooohhhh……aaahhh….aaahhhh…aahh…
ampun…amp..aaaaahhh…aaahh!!!!” erang Diana kesakitan. Sementara ke-2 penis berandal itu mengkoyak-koyak vagina & anusnya, demikian penuh nafsu, ganas & liar. Menyaksikan pemandangan itu & terbakar oleh api birahi, para berandal yang lain sambil tertawa terbahak-bahak menonton ketidak berdayaan Diana, mereka meremas-remas penis mereka sendiri.

“Ohhh….ha…ha…ha….dengan cara apa sayang, dengan cara apa rasanya….puas nggak? santai pestanya tetap lama….tunggu giliran kita…ha…ha…ha..” seru para berandal yang lain.

Sekian Banyak menit saja penis mereka telah tegak tegang siap beraksi kembali. Ranjang berderit-derit seirama musik metal & aktivitas mereka yg barbar, Diana ditindih ditengah-tengah mereka yg menghentak-hentak berpacu dalam birahi. Aktivitas Billie bagaikan dongkrak memaksa badan Diana mengelinjang keatas mengundang penis Jack masuk ke lorong vaginanya, sedangkan aktivitas Jack yg seperti memompa dari atas menekan kebawah maka penis Billie masuk penuh, demikian selanjutnya, menciptakan cewek itu terengah-engah menahan rasa sakit di anus & vaginanya sekaligus. Billie menciumi leher, tengkuk, telinganya penuh napsu.

“Uuuggh…uuggh…uuuughhh….” rintih Diana seirama ayunan ke-2 penis itu. Cewek itu sanggup merasakan seolah-olah ke-2 penis itu saling berjumpa & bergesekan didalam perutnya, cuma berlainan lorong saja.

Jack & Billie melengkuh-lengkuh nikmat. Buah dadanya diremas-remas dgn kasar sekali oleh Jack. Diana merasakan kesakitan, namun remasan dibuah dadanya membuatnya masih tersadar. Para berandal yg yang lain bersorak-sorak menyemangati keduanya melahap badan Diana , Penis-penis mereka digesek-gesekkan di badan cewek itu. Saat menunjukkan Pukul 01 : 20 sementara pesta perkosaan itu semakin brutal terbawa napsu birahi para berandal. Badai di luar semakin ganas & guntur sesekali menggelegar menelan teriakan Diana. Joe menemukan lipstik dimeja rias & dioleskan dgn paksa dibibir Diana.


BUNGAQQ.COM BandarQ | ADUQ | DOMINOQQ ONLINE TERPERCAYA Indonesia. Kami juga menyediakan costumer servis yang siap melayani anda selama 24 jam penuh. 

Minimal Deposit Rp 20.000
Minimal WD Rp 50.0000
Proses depo wd akan kami proses dalam waktu kurang dari 2 menit, kecuali bank yang bersangkutan sedang gangguan.

Kami juga menyediakan bonus menarik yang lain :
- BONUS CASHBACK 0.5% yang dibagikan setiap hari selasa dengan minimal Turnover 1jt
- BONUS REFERAL 20%

Kami menyediakan 6 games yang bisa dimainkan dalam 1 id
-Poker
-AduQ
-DominoQQ
-Capsa Susun
-BandarQ
-Bandar Poker

Kami juga menyediakan hadiah jackpot dengan total hadiah ratusan juta rupiah.

Kami Menyediakan 5 bank yang siap melayani anda yang diantaranya : 
BCA, MANDIRI, BNI, BRI, dan DANAMON 

Transaksi dapat dilakukan selama bank online.
Untuk info lebih lanjut silakan hubungi kami di 
BBM : 7B16CAB4
YM : qqbungaqq@yahoo.com

Untuk Pendaftaran Langsung saja klik : http://goo.gl/zXdity

0 comments:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest
image image image image SensusQQ SITUS BANDARQ ADUQ DOMINOQQ ONLINE TERPERCAYA 2017

Popular Posts

Powered by Blogger.

Copyright © BUNGAQQ | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com