BUNGAQQ.COM BandarQ ADUQ DOMINOQQ ONLINE TERPERCAYA - terimakasih pada kawan-kawan yg sudah mengirimkan tanggapannya, baik yg berisi penilaian positif ataupun negatif. Pun butuh aku jelaskan sekali lagi bahwa narasi yg dibuat semuanya berdasar kepada narasi nyata aku, ataupun sahabat pun sahabat-sahabat aku.
Adapula yg aku ambil dari kisah nyata sekian banyak responden yg aku nilai baik buat diceritakan lantaran ada kejelasan sifat & karakter dari responden tersebut. Semoga keterangan aku ini dapat menjawab sekian banyak email yg menanyakan benar atau tidaknya narasi yg aku ceritakan tersebut berjalan.
Berikut bakal aku ceritakan pengalaman perdana aku dalam orgy seks. Sejarah ini baru berjalan sekian banyak hri kebelakang, tepatnya tanggal 22 September 2004. Kecuali nama aku, aku samarkan nama-nama yg ada dalam narasi ini.
*****
22 september 2004, pukul 15.25, suasana di kantor mulai sejak kelihatan menurun aktifitasnya. Sekian Banyak staff & karyawan lain ada yg mengobrol utk menghabiskan dikala. Harry & Leo, sahabat kerja dari Divisi Marketing, tiba-tiba datang ke tempat kerja aku.
“Hei, Roy! Sibuk nggak?” bertanya Harry terhadap aku.
“Tidak. Ada apa?” kata aku sambil membereskan sekian banyak berkas kerjaan aku yg telah selesai.
“Kamu ada dikala nggak kelak sore lepas kerja?” bertanya Harry sambil mendekat.
“Memangnya ada apa, sih?” bertanya aku sambil menatap Harry & Leo bergantian.
Mereka saling pandang dulu tersenyum.
“Nanti sore kami ada program kusus dgn 3 mitra bisnis…” kata Leo sambil tersenyum.
“Karena kami kurang satu orang, sehingga kami ajak kamu…” sambung Leo lagi.
Aku mengerenyitkan alis dikarenakan belum mengerti tujuan mereka.
“Siapa mereka? Program kusus apa?” bertanya aku.
“Pokoknya anda ikut saja deh. Dipastikan puas…” kata Leo sambil menatap Harry.
Dulu mereka berdua tertawa. Aku pula ikut tertawa walaupun tak mengerti apa-apa.
“Mana mampu tentukan sesuatu jikalau aku tak tahu apa yg bakal dilakukan?” bertanya aku.
“Kami ada janji berjumpa bersama 3 orang staff Marketing Carrefour buat memperlancar bisnis…” bisik Harry ke telinga aku.
“Lalu apa urusannya dgn aku?” bertanya aku lagi.
“Mereka seluruhnya perempuan, Roy.. Periode sih nggak ngerti pula?” kata Harry.
Aku mulai sejak sanggup menangkap arah pembicaraan mereka.
“Maksudnya program kusus itu apa?” bertanya aku lagi.
“Begini, Roy…” kata Leo.
“Ini bukan kali perdana kami have fun dgn mereka.. Ngerti, nggak?!” tegas Leo sambil tersenyum menatap aku.
Aku mengerti tujuan mereka.
“Ngerti…” kata aku sambil tersenyum.
“Jam berapa? Di Mana?” bertanya aku.
“Ketemu mereka jam 7 di hotel Senen,” kata Harry.
“Baiklah, aku ikut…” kata aku.
Hasilnya kami bertiga tersenyum penuh arti. Sesudah beralasan ada jumpa business terhadap istri, aku & Harry pun Leo serta-merta meluncur ke hotel Senen menjelang jam 7. Disana, kurang lebih jam 6.45, kami berjumpa bersama 3 perempuan rekan bisnis usaha Harry & Leo. Aku diperkenalkan pada mereka. Mereka yaitu Henny, 25 th, singel, Rita, 29 thn, menikah, & Shelly, 23 th, singel. Penampakan ke3 perempuan tersebut amat sangat menarik sbg perempuan karir. Kecuali Rita yg agak gemuk, tampilan mereka teramat ramping & sedap dilihat komplit dgn dandanannya.
“Kita makan tengah malam dahulu atau macam mana, nih?” bertanya Leo.
“Tidak usahlah, kami telah tidak sedikit ngemil tadi di kantor,” kata Shelly sambil tersenyum ke arah aku.
Aku balas senyum. Hasilnya sesudah booking satu tempat, kami serta-merta masuk. Tetap jelas saja disaat itu aku teramat bingung mesti bagaimanakah sebab aku sama sekali belum sempat lakukan perihal seperti ini. Aku tidak sedikit diam jadinya.
“Sudah berapa kali ikut, Roy?” bertanya Shelly sambil duduk merapat pada aku.
“Ini mula-mula kali,” kata aku sejujurnya sambil tersenyum.
Shellypun tersenyum manis. Disaat itu aku saksikan Harry & Rita telah sejak mulai berciuman di kursi. Tangan mereka sama-sama aktif saling mengelus, mengusap & meremas badan pasangannya. Sedangkan Leo & Henny nampak saling mengakses baju masing-masing diatas ruang tidur akbar. Sesudah memang lah telanjang bulat mereka cepat berguling berpelukan sambil tangan mereka bergerak bebas di badan pasangannya. Menyaksikan hal tersebut, kontol aku mulai sejak bangkit. Memang pemandangan yg menciptakan kelelakian aku tergugah.
“Kok diam saja sih, Roy..?” kata Shelly sambil naik ke pangkuan aku.
Dgn tidak dengan ragu, mungkin saja telah terbiasa, Shelly serentak melumat bibir aku dgn panas. Sementara tangannya bergerak terhubung seluruhnya kancing pakaian aku. Sayapun membalas ciuman Shelly bersama panas juga. Tangan aku sejak mulai meremas buah dada dulu terhubung seluruh kancing kemeja Shelly. Tidak tanggung, BH-nya pula serta-merta aku buka.
“Mmhh.. Mmhh…” desah Shelly disela-sela kami berciuman diwaktu tangan aku meremas buah dada & memainkan puting susunya.
Tidak lama Shelly serta-merta turun dari pangkuan aku. Dibukanya rok mini & celana dalam mini yg beliau gunakan. Sayapun begitu. Aku buka seluruhnya baju hingga kami sama-sama telanjang. Shelly serta-merta memeluk aku & kembali mencium bibir aku dgn panas sambil tangannya meremas & mengocok pelan kontol aku. Rasanya teramat enak.. Sayapun balas ciuman Shelly sambil meremas pantat kenyalnya. Kontol aku sesekali menusuk perut langsingnya.
Ciuman Shelly dulu turun ke dada aku, dijilat & digigit mungil puting susu aku, dulu lidahnya semakin turun ke perut. Lidahnya berakhir saat menyentuh bulu kemaluan aku yg agak lebat. Tangannya masihlah mengocok pelan kontol sambil menatap mata aku. Seterusnya waktu mulut Shelly mengulum, menjilat & menghisap kontol aku, terasa teramat hangat & nikmat yg tidak mampu dikatakan seperti apa. Lebih-lebih saat sesekali Shelly melepas hisapannya dulu mengocok kontol aku dgn keras, dulu menghisapnya lagi.. Rasa nikmatnya memang tidak sanggup aku ungkapkan. Aku cuma sanggup terpejam & memompa kontol aku ke luar masuk mulut hangat Shelly.
“Gantian dong, Roy…” kata Shelly sambil bangkit dulu memeluk & melumat bibir aku. Aku mengangguk.
“Dimana?” bertanya aku.
“Di ranjang saja…” kata Shelly sambil tangannya menarik tangan aku ke ranjang.
Disaat itu Leo sedang menyetubuhi Henny. Shelly serta-merta telentang disamping badan Henny, sayapun cepat mengakses pahanya dulu lidah aku main-main menjilati seluruh sisi memek Shelly yg bersih tidak berbau. Desahan & erangan pun geliat badan Shelly teramat terang disaat menikmati nikmatnya dijilat memek. Sesekali tangannya meremas rambut aku dulu mendesakkan kepala aku ke memeknya..
“Cepat naik, Roy.. Setubuhi aku!” pinta Shelly dgn suara bergetar.
Sayapun dulu bangkit & serta-merta memasukkan kontol ke memek Shelly yg telah amat basah maka memudahkan masuknya kontol. Tidak lama aku & Shelly telah bermandi peluh dihiasi bersama desah & erangan kenikmatan yg ke luar dari mulut kami seiring bersama ke luar masuknya kontol aku di memek Shelly. Ada satu buah elemen yg lebih memanaskan suasana saat aku asyik menyetubuhi Shelly entah telah berapa posisi, tiba-tiba Henny yg sedang disetubuhi Leo di samping kami, tangannya memegang pundak aku dulu menarik leher biar jelang wajahnya, seterusnya dilumatnya bibir aku habis. Aku membalas ciumannya sambil masihlah menyetubuhi Shelly. Sedangkan tangan aku satu meremas buah dada Henny yg sedang asyik disetubuhi Leo. Factor ini tambah memberikan sebuah energi utk aku utk memacu birahi.
“Roy, gantian..!” tiba-tiba Leo menepuk pundak aku sambil melepas kontolnya dari memek Henny.
Tidak Dengan tidak sedikit cakap sayapun mencabut kontol aku dari memek Shelly. Tidak lama Leo telah mulai sejak menyetubuhi Shelly. Waktu aku ingin mengangkangi badan Henny, tiba-tiba Henny bangkit dulu mendapati kontol aku yg tetap basah oleh cairan memek Shelly. Dikocoknya kontol aku dulu mulutnya yg agak tebal menghisap & menjilat kontol aku.
Di sisi tampak Harry sedang memompa kontolnya di anus Rita. Rita terpejam entah merasakan apa. Harry terpejam sambil konsisten memompa kontolnya bersama serentak, hingga hasilnya kelihatan Harry mencabut kontolnya dari anus Rita dulu kelihatan air mani Harry muncrat di pantat Rita. Harry terkulai lemas sambil memeluk Rita dari belakang di atas kursi.
“Ohh.. Fuck!! Ohh,” terdengar teriakan lirih Shelly dikala mendapat kenikmatan diwaktu kontol Leo ke luar masuk memeknya.
“Masukkin sini, Roy…” pinta Henny sambil merebahkan beliau menyamping.
Jarinya dimasukkan ke lubang anusnya. Sejenak aku cuma diam, ragu dikarenakan tak sempat melakukannya. Namun dorongan nafsu yg kuat hasilnya menghilangkan keraguan aku itu. Aku ludahi tangan dulu dioleskan ke kepala & batang kontol aku supaya licin. Dulu dengan cara perlahan aku susupkan kepala kontol aku ke lubang anus Henny. Mata Henny terpejam sambil memegang batang kontol aku. Lama-lama kepala kontol aku masuk ke anusnya, dulu perlahan aku tekan lebih dalam lagi hingga hasilnya tigaperempat sektor batang kontol aku masuk anusnya. Perlahan aku ke luar masukan kontol di anus Henny. Mulanya kelihatan Henny menggigit bibir, namun lama-lama matanya terpejam & terdengar desahan kenikmatan.
“Ohh.. Sshh…” desah Henny sambil menggoyang pantatnya.
Wahh..!! Ialah satu buah pengalaman yg luar biasa.. Aku merasakan rasa nikmat yg amat sangat luar biasa diwaktu anus Henny dgn amat ketat menjepit disaat aku memompa kontol di anusnya. Sementara Hennypun terlihat menikmati posisi seperti ini. Selama aku masihlah merasakan nikmatnya kontol ke luar masuk anus Henny, terdengar Leo mengerang selagi air maninya menyembur di dalam memek Shelly.
“Jangan lalu dicabut, Leo! Saya pun ingin ke luar!” kata Shelly dgn nada serak tertunda. Pinggulnya bergoyang langsung sambil mendesakkan memeknya ke kontol Leo biar masuk lebih dalam.
Tidak lama, “Ohh.. Fuck! Fuck! Mmhh…” erang Shelly mencapai orgasme.
Badan lunglai Leo ambruk memeluk badan Shelly. Sementara aku konsisten memompa kontol di lubang anus Henny. Desahan & erangan nikmat kami konsisten terdengar. Hingga saatnya aku merasakan ada dorongan yg mau ke luar dari kontol aku. Aku pompa kontol aku semakin keras.
“Saya ingin keluar…” kata aku sambil mata terpejam.
Aku tekan kontol aku dalam-dalam hingga nyaris masuk seluruhnya ke dalam anus Henny. Dulu, croott! Croott! Croott! Air mani aku ke luar tidak sedikit di dalam anus Henny. Kontol aku terasa semakin hangat di dalamnya. Henny tersenyum.
“Bagaimana rasanya?” bertanya Henny dgn senyum yg menghiasi wajahnya.
“Wahh.. Enak sekali…” kata aku sambil mencabut kontol aku perlahan.
Nampak air mani aku tidak sedikit menempel di batang kontol aku, dulu terlihat serta air mani yg ke luar dari lubang anusnya. Henny bangkit dulu mendapatkan sprei & mengelap air mani di anus dirinya juga kontol aku. Tengah Malam itu kami lakukan dua kali persetubuhan dgn berganti pasangan. Cuma lebih kurang 3 jam kami menikmati tengah malam itu.
Sesudah berpakaian, aku bertukar card nama bersama mereka. Dulu kami pulang. Entah kapan lagi mampu ada ajakan husus seperti itu lagi..
*****
Wahh..!! Tengah Malam itu memang lah pengalaman perdana aku yg amat sangat penuh sensasi. Bersetubuh ramai-ramai sambil ganti-ganti pasangan memang menciptakan gairah seksual aku terdongkrak & bangkit sekian banyak kali lipat dari kebanyakan. Terlebih ditambah bersama anal sex yg baru mula-mula kali aku melaksanakan. Nikmatnya memang lebih dari aktifitas sex biasa. Aku tak ada kata-kata buat menggambarkannya.
BUNGAQQ.COM BandarQ | ADUQ | DOMINOQQ ONLINE TERPERCAYA Indonesia. Kami juga menyediakan costumer servis yang siap melayani anda selama 24 jam penuh.
Minimal Deposit Rp 20.000
Minimal WD Rp 50.0000
Proses depo wd akan kami proses dalam waktu kurang dari 2 menit, kecuali bank yang bersangkutan sedang gangguan.
Kami juga menyediakan bonus menarik yang lain :
- BONUS CASHBACK 0.5% yang dibagikan setiap hari selasa dengan minimal Turnover 1jt
- BONUS REFERAL 20%
Kami menyediakan 6 games yang bisa dimainkan dalam 1 id
-Poker
-AduQ
-DominoQQ
-Capsa Susun
-BandarQ
-Bandar Poker
Kami juga menyediakan hadiah jackpot dengan total hadiah ratusan juta rupiah.
Kami Menyediakan 5 bank yang siap melayani anda yang diantaranya :
BCA, MANDIRI, BNI, BRI, dan DANAMON
Transaksi dapat dilakukan selama bank online.
Untuk info lebih lanjut silakan hubungi kami di
BBM : 7B16CAB4
YM : qqbungaqq@yahoo.com
Untuk Pendaftaran Langsung saja klik : http://goo.gl/zXdity




0 comments:
Post a Comment